Kompas.com - 31/10/2014, 16:10 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna


TANYA:

Dear Dokter, anak saya 11 tahun sering mengeluhkan sakit kepala dan merasa melayang, perut mual, dan pandangan mata yang terkadang tidak nyaman. Pernah mengalami sakit kepala yang sangat saat di sekolah. Ketika saya amati, hal itu saat dia habis diceritain tentang cerita yang menakutkan dari temannya. Akan tetapi, setelah itu terus berkelanjutan sering pusing, jantung berdebar, dan seperti galau.
 
Bahkan akhir-akhir ini dia seakan takut ada di keramaian, bahkan tidak mau ke sekolah karena menurutnya melihat banyak anak berlarian sangat membuatnya pusing.
 
Dia selalu mengeluh ingin kembali ke masa lalu, saat fisiknya sehat dan enggak sering pusing. Kebetulan, memang akhir-akhir ini banyak perubahan yang terjadi, seperti dia harus berpisah dengan teman-teman dekatnya karena rolling kelas, berpisah dengan pengasuhnya yang pulang kampung, juga jam sekolah yang menjadi full.
 
Saya sudah berkeliling dokter mata, dokter saraf, dokter anak, dan diperiksa darah semua normal, kecuali dokter mata yang menyarankan CT-scan. Tapi dia pun menjadi sangat ketakutan dengan kata dokter, bagaimana saya bawa CT-scan. Jika mendengar kata RS aja sudah langsung pusing. Sekarang, dibawa ke mal dia merasa cemas dan bahkan sampai lemas. Bagaimana menurut dokter? Apa yang harus saya lakukan?
 
Susan (40), Bekasi

JAWAB:

Ibu Susan yang baik,
Gejala fisik yang dialami oleh anak ibu memang pertama kali sebaiknya dikonfirmasi dulu apakah merupakan masalah medis fisik atau bukan. Terkadang anak sulit mengungkapkan keluhannya tersebut sehingga pemeriksaan fisik dan penunjang yang bisa setidaknya mengonfirmasi keluhan yang dirasakan.

Ibu juga mengatakan bahwa terakhir-terakhir ini dia mengalami banyak perpisahan dengan orang yang bermakna dalam kehidupannya. Kondisi seperti itu memang bisa menimbulkan masalah psikologis yang bisa mempengaruhi fisik. Namun demikian, seperti di awal saya katakan kita tetap harus melakukan konfirmasi terhadap gejala fisiknya tersebut.

Dalam praktik memang sering kita temukan banyak masalah terkait dengan gangguan cemas perpisahan yang manifestasinya merupakan gejala fisik. Hal ini tentunya harus dikonfirmasi diagnosisnya dengan psikiater yang khususnya bergerak di bidang anak (psikiater anak).

Usia 11 tahun tentunya sudah mulai bisa mengungkapkan isi hatinya lebih baik daripada anak-anak yang berusia lebih muda, apalagi kebanyakan anak zaman sekarang yang sudah lebih berani mengungkapkan isi hatinya.

Jika belum sempat ke psikiater anak, coba ajak anak ibu ini bicara tentang apa yang dialami, apa yang dia khawatirkan, apa yang dia inginkan. Tidak usah langsung fokus dengan apa yang terjadi belakangan, bicara secara bebas saja dulu. Namun, jika ada waktu dan kesempatan, ibu bisa membawanya segera ke psikiater anak. Semoga membantu.

Salam Sehat Jiwa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.