Kompas.com - 10/01/2015, 11:19 WIB
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Memiliki tubuh yang sehat dan berat badan ideal merupakan impian setiap orang. Namun jika salah memilih diet, justru dapat beresiko menderita gangguan kesehatan berbahaya. Nah, agar tak keliru menjalankan pola makan yang sehat, ketahui apa saja diet terbaik di tahun 2015 menurut panel ahli kesehatan di AS.

Diet yang sehat adalah diet yang mudah diikuti, tak membuat tubuh kekurangan nutrisi, aman, efektif untuk penurunan berat badan jangka panjang, serta mencegah penyakit diabetes dan jantung.

1. Diet Dash
Diet ini dikembangkan dengan tujuan untuk mengatasi masalah tekanan darah tinggi.  Tapi diet ini hampir selalu menjadi diet terbaik pilihan para ahli.  Ini dikarenakan diet DASH memiliki kelengkapan gizi , keamanan untuk dikonsumsi, dan mampu mengendalikan diabetes, serta perananya dalam menjaga kesehatan jantung.

2. Diet TLC
Therapeutic Lifestyle Changes atau biasa disingkat TLC merupakan rencana menu diet padat yang disusun oleh National Institutes of Health. Diet ini tidak memiliki kelemahan, dan hal yang paling spesial dari diet ini adalah sangat baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Diet ini sangat sehat, lengkap, dan aman. Pendekatan pada diet ini lebih pada dikerjakan diri sendiri, berbeda dengan diet komersial lain yang biasanya kita tinggal membayar paketnya.

3. Diet Mayo Clinic
Diet ini menekankan bagaimana cara untuk membuat kebiasaan mengasup makanan sehat menjadi sebuah pola hidup jangka panjang. Diet ini mendapat peringkat yang cukup tinggi, dikarenakan nutrisinya lengkap, aman, dan mampu melawan diabetes. hal lain yang ditemukan mengenai diet ini yaitu, cukup efektif dalam penurunan berat badan.

4. Diet Mediteranian
Dengan mengutamakan penggunaan buah-buahan dan sayuran, minyak zaitun, ikan, dan beberapa jenis makanan sehat lainnya, diet Mediterranean ini amat sangat sehat. Dan menurut penilaian beberapa ahli, diet ini sangat memberikan hal yang positif.

5. Weight Watchers Diet
Weight Watchers  merupakan diet yang efektif untuk membantu menyingkirkan kelebihan berat badan.  Metode utama dari diet ini adalah menghitung setiap kalori dari makanan. Diluncurkan pada November 2010, diet ini menyebutkan setiap jenis makanan memiliki poin nilai berdasarkan kandungan protein, karbohidrat, lemak, dan seratnya. Walau bisa memberikan penurunan berat badan cukup cepat, tapi diet ini termasuk aman. Kekurangannya adalah kita harus teliti menghitung kalorinya.

6. Volumetrics Diet
Volumetrics mengungguli pesaingnya dalam banyak kategori. Pada dasarnya diet ini berasal dari ide bahwa kebanyakan orang makan makanan dalam jumlah yang sama setiap harinya tanpa menghitung kalorinya. Padahal beberapa makanan memiliki kepadatan energi berbeda dengan yang lain. Dengan diet ini makanan dengan kepadatan rendah (ini berarti rendah kalori tapi volumenya tinggi) bisa membuat kita lebih kenyang dan bisa menurunkan berat badan. Sayur dan buah adalah pilihan terbaik. Karena itu diet ini dinyatakan aman dan bisa mencegah penyakit.  

8. Biggest Loser Diet
Diet Biggest Loser menerima nilai tinggi dalam perihal penurunan berat badan dalam jangka waktu yang pendek. Diet yang diadopsi para peserta reality show penurunan berat badan ini  menganjurkan kita untuk mengonsumsi makanan sehat selama 6 minggu berturut-turut dan juga berolahraga teratur. Makanan tentu saja diatur yang rendah lemak, serelia ututh, dan sayuran.

9.  Diet Ornish
Diet Ornish mendapat reaksi beragam dari para ahli. Di satu sisi, mengenai kandungan gizi, keamanan, dan pengaruhnya yang amat penting bagi kesehatan jantung. Di sisi lain, diet Ornish tidak mudah dilakukan bagi para pelaku diet dikarenakan perlunya membatasi asupan lemak secara ketat.

10.  Diet Tradisional Asia
Diet tradisional Asia adalah pilihan diet yang wajar dan sederhana untuk urusan pola makan. Diet ini menempati posisi pertengahan dalam urutan ranking diet tapi  para ahli memberikan nilai tinggi dalam hal kandungan gizi dan perihal keamanan. Tetapi diet ini masih meragukan dalam kemampuan untuk  menurunkan berat badan baik dalam jangka waktu pendek atau panjang. Pada dasarnya diet ini mengajarkan kita untuk mengonsumsi makanan rendah lemak, makan nasi dan sayuran, serta sangat sedikit daging merah tapi memperbanyak ikan.  (Monica Erisanti)

 
 
 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.