Kompas.com - 06/02/2015, 16:59 WIB
Ilustrasi berolahraga. ShutterstockIlustrasi berolahraga.
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com – Lari merupakan olahraga yang cukup banyak diminati saat ini. Berbagai perlombaan lari maupun acara lari massal pun banyak digelar, bukan hanya di jalan protokol tapi juga sampai ke gunung. Meski begitu, jangan asal ikutan tren.

Dokter spesialis kesehatan olahraga Hario Tilarso mengatakan, lari memang mudah dilakukan oleh siapapun. Namun, lari sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan. Bagaimana untuk pelari pemula atau yang belum terbiasa lari dan baru ingin mencoba lari?

 “Boleh joging (lari pelan) semampunya atau diselingi dengan jalan kaki. Jangan lari terlalu cepat. Sesuai kemampuan saja dulu,” terang Hario dalam acara Pocari Sweat Community Run Clinic di Jakarta, Rabu (4/2/2015)

Saat berlari tak perlu sampai terengah-engah atau kehabisan napas. Jangan sampai dehidrasi. Minumlah sebelum, saat lari, maupun sesudah lari untuk mengganti cairan dalam tubuh. Berhentilah jika kepala terasa pusing. Biasanya, jika baru pertama kali lari badan akan terasa pegal atau sakit otot yang berlebihan.

“Biasanya akan hilang 3-4 hari karena sudah beradaptasi,” lanjut Hario.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lakukan cukup 15-20 menit dalam sehari.  Cobalah 3 kali seminggu terlebih dahulu. Minggu  berikutnya, kecepatan berlari dan lamanya lari boleh ditambah. Tambahlah jarak 10 persen dari jarak sebelumnya. Untuk pemula pun bisa mengikuti  lari sejauh 5 kilometer. Jika sudah terbiasa lari, koreksi teknik lari apakah sudah benar.

Hario mengatakan, lari merupakan olahraga yang banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Rutin lari dapat menurunkan tekanan darah, menguatkan jantung dan fungsi paru-paru, menurunkan berat badan, dan menurunkan kadar gula darah.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Pinggul

Displasia Pinggul

Penyakit
8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

Health
Radang Permukaan Lidah

Radang Permukaan Lidah

Penyakit
13 Makanan untuk Melancarkan BAB

13 Makanan untuk Melancarkan BAB

Health
Gusi Bengkak

Gusi Bengkak

Penyakit
13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

Health
Biang Keringat

Biang Keringat

Penyakit
Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Health
Mata Gatal

Mata Gatal

Penyakit
Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Health
Iritis

Iritis

Penyakit
6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Gusi

Abses Gusi

Penyakit
Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.