Kompas.com - 09/03/2015, 12:17 WIB
EditorLusia Kus Anna

Jika Anda melihat gejala ini setelah makan makanan tertentu terutama setelah mengkonsumsi kacang-kacangan, buah jeruk, biji-bijian, atau susu, maka Anda perlu meminta dokter untuk melakukan tes alergi. Alergi makanan dapat muncul pada usia berapa pun, bukan hanya pada anak-anak.

6. Laryngopharyngeal Reflux
Laryngopharyngeal refluks, atau LPR, mirip dengan penyakit gastroesophageal reflux (GERD), kecuali bahwa hal itu mempengaruhi tenggorokan. Hal ini dikenal sebagai "silent reflux," karena sering tidak menimbulkan gejala yang khas, seperti mulas atau asam lambung.

Pada LPR, asam atau cairan pencernaan akan naik melalui kerongkongan, dan tenggorokan, sehingga akan mengiritasi jaringan halus. Perut dan kerongkongan memiliki mekanisme pelindung yang membantu menetralkan asam, setidaknya hal ini dapat
hal ini dapat melindungi tenggorokan.

"Ini lebih sensitif. Bahkan jumlah kecil asam yang sampai ke tenggorokan dapat menyebabkan banyak iritasi," kata Ingle.

Sebagai hasilnya, Anda akan mengalami sakit tenggorokan atau suara serak, yang keduanya lebih buruk di pagi hari. Anda juga dapat mengalami batuk kering, dan memiliki perasaan bahwa Anda memiliki benjolan atau sepotong makanan di tenggorokan.

Gejala ini dapat berfluktuasi dari waktu ke waktu.
Saat Anda terdiagnosis mengalami LPR, maka dokter akan merekomendasikan untuk memeriksa pH atau jumlah enzim pencernaan di tenggorokan Anda. Kondisi ini dapat diobati dengan antasida atau reduksi asam lambung. Mengkonsumsi makanan rendah lemak, diet kurang pedas, menghindari alkohol dan kafein juga dapat membantu mengurangi dampak yang dihasilkan.

7. Udara Kering
Udara dingin yang kering dapat mendatangkan malapetaka bagi tenggorokan. Pemanas udara akan menimbulkan banyak kelembaban di udara yang bisa membuatnya lebih menjengkelkan ketika dihirup.

Jika Anda harus bernafas melalui mulut, entah karena alasan hidung tersumbat atau jika mulut Anda terbuka saat tidur maka akan memiliki risiko yang lebih besar.  "Jika Anda tidak bernapas melalui hidung, udara kering akan melalui mulut Anda dan cenderung mengiritasi tenggorokan dan membuatnya lebih kering," Ingle.

Kondisi ini akan menyebabkan tenggorokan terasa gatal dan kasar, terutama ketika Anda bangun. Langkah yang dapat Anda lakukan yaitu dengan cukup minuma air putih, karena ini dapat membantu lapisan mulut dan tenggorokan tetap lembab saat Anda tidur.

Memasukkan humidifier (alat pelembab udara) ke kamar tidur Anda juga dapat membantu. Tetapi jika masih menunjukkan gejala,  mungkin Anda harus segera memeriksakannya ke dokter, kemungkinan Anda mengalami masalah tidur yang parah.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.