Kompas.com - 01/04/2015, 16:45 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Berhati-hatilah ketika membeli ayam potong. Beberapa peternak rupanya telah menyuntik ayam dengan hormon estrogen. Hormon tersebut disuntikkan untuk mempercepat pertumbuhan hewan sehingga dikenal dengan hormon pertumbuhan (growth hormone).

Menurut Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) Agustin Kusumayati, konsumsi ayam yang disuntik hormon dapat memengaruhi hormon anak laki-laki yang masih dalam masa pertumbuhan.

"Kalau anak kita laki-laki suka sekali makan ayam yang gemuk-gemuk, sementara ayam di peternakan disuntik hormon, dan hormonnya itu hormon perempuan (estrogen), jangan heran penisnya bisa menjadi kecil," kata Agustin dalam diskusi keamanan pangan di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Tak hanya itu, menurut Agustin, hal tersebut juga bisa membuat perilaku anak laki-laki menjadi seperti perempuan. Adapun bagi anak perempuan, terlalu banyak konsumsi ayam yang disuntik hormon dapat mempercepat datangnya haid.

"Misalnya sekarang ada anak-anak usia 9 tahun yang sudah haid. Padahal biasanya umur 11 atau 12 tahun," kata Agustin.

Meskipun dilarang, Agustin menduga masih ada peternak yang menyuntikkan hormon tersebut. Sayangnya, tidak mudah membedakan ayam yang disuntik hormon ataupun yang tidak. Namun, biasanya, ayam yang disuntik hormon adalah ayam negeri dan secara fisik terlihat gemuk.

Tak hanya ayam, hewan ternak lain, seperti sapi, juga bisa disuntik hormon. Namun, menurut Agustin, jumlah kasusnya sangat sedikit jika dibanding ayam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, menurut Agustin, ayam yang diberi suntikan tersebut bisa saja ditemukan di pasar tradisional ataupun swalayan. Agustin pun meminta konsumen untuk lebih pandai memilih makanan yang akan dikonsumsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Trikotilomania
Trikotilomania
PENYAKIT
Gastroparesis
Gastroparesis
PENYAKIT
Akathisia
Akathisia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.