Kompas.com - 16/06/2015, 18:10 WIB
EditorLusia Kus Anna

Ada banyak faktor mengapa kanker payudara selalu ditemukan dalam kondisi sudah lanjut. Salah satunya adalah ketakutan wanita jika terdiagnosis. "Terkadang pasien sudah tahu ada yang tidak beres, tapi dia sembunyikan. Mereka juga takut akan terapinya, takut dikemoterapi atau operasi," paparnya.

Rasa takut tersebut menurut Walta membuat pengobatan alternatif makin berkembang karena mereka menjanjikan penanganan kanker payudara tanpa operasi atau kemoterapi. "Sebenarnya penyakitnya bisa ditangani awal, akhirnya pasien terbuai pengobatan alternatif. Begitu tidak sembuh juga, datang ke rumah sakit sudah stadium lanjut," katanya.

Periksa sendiri

Pemantauan kesehatan payudara sebenarnya bisa dilakukan secara gratis, yakni dengan sadari atau periksa payudara sendiri. Namun, menurut Walta, banyak wanita yang tidak tahu bagaimana cara melakukan Sadari yang benar. "Jangankan orang awam, dokter umum pun ditanya cara sadari yang benar hampir 50 persennya tidak tahu," ujarnya.

Padahal, di negara maju seperti di Eropa, sadari sudah masuk kurikulum sekolah dan wajib dilakukan sejak wanita berusia 20 tahun. "Pemerintah di sana sudah sadar kalau kasus kanker payudara banyak. Kalau enggak dideteksi dini bisa bahaya," katanya.

Sadari sebenarnya sangat efektif untuk menemukan gangguan pada payudara. "Menurut penelitian, dengan perabaan saja sudah cukup mampu menemukan benjolan di bawah 3 sentimeter. Benjolan sebesar itu paling tinggi kanker stadium 2. Sebenarnya sadari itu cukup banyak membantu," paparnya.

Sadari sebaiknya dilakukan pada hari ke-3 hingga ke-5 seusai haid. Dalam posisi berdiri atau berbaring, kita bisa meraba dengan tiga jari (telunjuk, tengah, dan jari manis) secara lembut ke payudara.

Jika menemukan benjolan atau kerutan, bentuk payudara tidak simetris, puting tertarik ke dalam, kulit berubah seperti kulit jeruk, pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, peradangan atau keluar cairan dari puting, perlu diwaspadai dan segera periksakan ke dokter.

Sementara itu, mamografi dianjurkan untuk wanita berusia di atas 35 tahun. "Pemeriksaan ini akan efektif pada payudara yang kepadatannya sudah turun. Artinya, gambarannya tidak terlalu padat sehingga bisa kelihatan kalau ada sesuatu. Kanker itu lebih padat, jadi kalau mau melihat yang padat di tengah yang padat agak susah karena satu warna," kata Walta.

Pemeriksaan mamografi ini sebenarnya memiliki kelebihan dalam hal melihat tanda ganas walau belum ada benjolan. "Jadi jauh lebih dini lagi, bahkan belum ada benjolan sudah bisa dicurigai. Nanti kalau ditemukan kelainan akan dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan USG," katanya.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.