Kompas.com - 18/09/2015, 09:31 WIB
|
EditorSri Noviyanti

 

KOMPAS.com – Selain kewajiban umat muslim untuk berhaji, kemeriahan Idul Adha ditandai pembagian hewan qurban. Di tinjau dari segi kesehatan, momen ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi rakyat Indonesia.

Hasil jajak pendapat catatan Kompas pada 689 responden berusia minimal 17 tahun di 12 kota besar pada Agustus 2015 memaparkan bahwa frekuensi konsumsi daging sapi Indonesia masih rendah. Dalam satu bulan, sebanyak 42,4 persen responden mengaku mengonsumsi daging sapi segar hanya 1-2 kali. Bahkan, sebesar 20 persen tidak pernah mengonsumsi daging sapi dalam sebulan.

Rendahnya tingkat konsumsi itu dapat dipahami, karena daging sapi masih menjadi barang mahal yang tidak setiap orang mampu membelinya setiap saat. Untuk itulah, Idul Adha menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperbaiki asupan gizi hewani, khususnya yang berasal dari daging sapi dan kambing setidaknya setahun sekali.

Dilihat dari kandungan gizinya, berikut manfaat daging qurban bagi tubuh:

Protein tinggi

Sumber protein hewani dalam daging qurban mengandung protein esensial yang tidak terdapat dalam nabati. Protein membantu membentuk tubuh, tulang, dan massa otot. Baik daging sapi dan kambing, keduanya adalah sumber protein yang baik.

Mengandung zat besi

Selain protein, daging sapi dan kambing merupakan sumber zat besi. Kandungan zat ini memiliki fungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan sel dan mengangkut elektron di dalam proses pembentukan energi di dalam sel.

Manfaat zat besi lainnya adalah untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang rusak agar terhindar dari penyakit. Pada hewan qurban, zat besi lebih banyak terdapat dalam daging sapi. 

Mengandung vitamin

Daging qurban juga kaya akan zat vitamin B kompleks yang berguna untuk menjaga keseimbangan air pada tubuh. Vitamin B kompleks adalah jejeran vitamin B1, B2, B3, B6, B11, dan B12. Fungsi lain vitamin ini ialah, merangsang kinerja saraf mata, membentuk sel darah, hingga membantu proses pertumbuhan.

Atur pola konsumsi  

Selain vitamin, daging qurban mengandung omega 3, selenium dan rendah sodium. Namun, baik daging sapi atau pun kambing memiliki kadar kolesterol. Maka dari itu, tidak disarankan untuk mengonsumsi secara berlebihan.

Thinkstock Ilustrasi peternakan sapi

Untuk menyiasatinya, atur pola konsumsi dengan memperhatikan kebutuhan gizi dan porsi yang cukup. Jangan lupa untuk kombinasikan masakan daging dengan sayur agar seimbang.

Keriaan Idul Adha kadang membuat orang lupa memperhatikan kesehatan. Tak jarang, banyak orang mengonsumsi daging secara berlebihan.

Berbagi kebahagiaan

Kembali pada historinya, berbagi daging qurban dapat dijadikan upaya memperbaiki gizi masyarakat Indonesia. Bagi yang mampu boleh berqurban, sedangkan bagi yang kurang mampu dapat ikut menikmati daging qurban.

Sayangnya, distribusi daging qurban belum merata. Bila di masjid A, hewan qurban yang terkumpul bisa berpuluh-puluh, belum tentu demikian dengan masjid B. 

Di era digital seperti ini, kemudahan distribusi daging qurban dapat dilakukan walaupun dari rumah. Dengan ikut berqurban lewat situs belanja daring seperti Bukalapak, misalnya, pembeli bisa menyalurkan kurbannya secara nasional dan internasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.