Kompas.com - 22/10/2015, 19:35 WIB
EditorLusia Kus Anna

Menurut Antony Kiro, herbalis, dalam pengobatan Tiongkok, kerusakan liver akan berpengaruh juga pada organ tubuh lainnya. "Hubungan antar organ sangat kuat. Ikatan antar organ harus seimbang, tidak boleh ada yang lebih kuat atau lemah," katanya.

Ada banyak faktor yang merusak kestabilan organ-organ, antara lain faktor eksternal seperti polusi, dan juga internal seperti makanan yang bersifat meracuni tubuh.

Obat herbal

Obat-obatan untuk diabetes melitus sebenarnya ada juga yang fokus pada resistensi insulin. Meski demikian, Aris mengingatkan pentingnya memperbaiki pola hidup.

"Kecilkan massa lemak perut dengan olahraga rutin dan pola makan yang tepat sehingga obat juga bekerja lebih efektif," katanya.

Selain obat sintetis, sebenarnya ada juga bahan-bahan herbal yang bisa bekerja memperbaiki fungsi liver. Salah satunya adalah suplemen diabetes Mediabetea yang memiliki kandungan jati belanda (Guazuma ulmifolia). Penelitian juga menunjukkan jati belanda memiliki manfaat yang lebih baik dalam menurunkan level gula darah, terlebih jika dikombinasikan dengan temulawak.

Kandungan herbal lainnya adalah tanaman jombang (Taraxacum officinale), brotowali (Tinospora crispa), dan juga gojiberry.

"Mediabetea lebih fokus pada perbaikan fungsi liver sebagai pengontrol pengeluaran gula darah. Tetapi pasien diabetes tidak diperbolehkan melepas obat dari dokter dan harus menjaga pola makannya," kata Antony.

Pola makan yang disarankan adalah menghindari makanan dan minuman yang bisa meningkatkan kadar gula darah, seperti karbohidrat sederhana dan buah. "Dietnya tidak terlalu ketat dan banyak pantangan. Lebih disarankan mengasup sayuran dan sumber serat lain. Serat membantu mengeluarkan lemak dan membuat perut cepat kenyang," ujarnya.

Pasien juga diharuskan tetap mengontrol kadar gula darahnya secara teratur. "Gaya hidup sehat wajib dijalankan. Ibaratnya kita minum obat flu tapi tetap main hujan-hujanan maka penyakitnya tidak akan hilang. Demikian pula dengan diabetes, percuma minum obat dan suplemen herbal tapi pola hidupnya tidak berubah," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.