Kompas.com - 01/02/2017, 21:25 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Kabar duka datang dari keluarga presenter Indra Bekti, putra ketiganya Kenward Athar Indrabekti dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah dilahirkan.

Sang istri, Aldilla Jelita harus melahirkan anak lelakinya saat kandungannya baru berusia lima bulan dua minggu. Pasalnya, Dilla menderita infeksi saluran kemih.

Selama masa kehamilan, ibu hamil memang akan lebih rentan menderita infeksi saluran kemih. Ini disebabkan tekanan rahim pada sistem kemih saat kehamilan dapat mengganggu aliran alami urin yang dapat memicu munculnya infeksi saluran kemih.

Menurut Melissa Conrad Stöppler, MD, gejala infeksi saluran kemih hampir mirip antara pria, wanita, dan anak-anak.

Gejala utama dari infeksi saluran kemih adalah nyeri, ketidaknyamanan, atau perasaan seperti terbakar ketika mencoba buang air kecil. Selain itu, frekuens buang air kecil juga bertambah, bagian perut bawah terasa nyeri dan seperti ingin terus buang air kecil.

Sayangnya, infeksi saluran kemih tak selalu menunjukkan gejala. Jika terlambat diketahui dan diberi pengobatan, kondisi ini tentu bisa membahayakan janin, karena dapat meningkatkan risiko infeksi pada janin yang selanjutnya berisiko menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah atau bahkan kelahiran prematur.

Selain itu, penanganan yang terlambat juga dapat meningkatkan risiko infeksi ginjal hingga 40 persen. Namun, jika segera mendapat penanganan yang tepat, risiko ini akan turun drastis hingga 1 sampai 4 persen.

 

Penyebab infeksi saluran kemih

Bakteri adalah penyebab paling umum, bakteri mendapat akses ke sistem saluran kemih melalui uretra. Jenis bakteri tertentu, seperti E. coli (Escherichia coli) adalah organisme yang paling umum bertanggung jawab untuk menyebabkan infeksi saluran kemih.

Selain itu, organisme Staph (dari kulit) dan bakteri usus lainnya (Proteus, Klebsiella, Enterococcus) juga dapat menyebabkan infeksi saluran kencing.

Jarang sekali infeksi kandung kemih disebabkan oleh jamur. Namun, jamur Candida bisa menyebabkan infeksi saluran kemih.

Hal tersebut dapat terjadi pada pasien dengan batu ginjal yang tidak diobati dengan infeksi berulang atau pada individu yang sistem kekebalan tubuhnya terganggu.

Infeksi saluran kemih dapat diobati dan disembuhkan dengan penggunaan antibiotik yang tepat.

Dokter tentu akan memberikan antibiotik yang aman untuk kehamilan. Umumnya, dibutuhkan waktu seminggu untuk menyingkirkan infeksi saluran kemih.

Setelah menjalani pengobatan, ibu hamil akan kembali diminta melakukan tes urin untuk mengetahui apakah bakteri sudah benar-benar hilang.

Sangat penting melakukan tes urin secara berkala untuk memastikan bahwa tak ada lagi bakteri selama kehamilan.

Jika infeksi saluran kemih berulang, kemungkinan ibu hamil harus mengonsumsi antibiotik dosis rendah secara berkala untuk menjaga dan mencegah kembalinya bakteri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber babycentre
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.