Kompas.com - 27/02/2017, 19:05 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Makan secukupnya dan bergizi seimbang adalah anjuran pola makan yang sehat. Tapi pada beberapa orang yang mengalami gangguan makan dengan kalap atau binge eating disorder, mereka tidak bisa mengontrol asupan makannya.

"Orang dengan binge eating, dalam waktu dua jam itu bisa makan banyak banget. Enggak bisa stop," terang psikolog dari Klinik LightHOUSE, Naomi Ernawati Lestari.

Saat tidak merasa lapar pun mereka akan makan banyak sampai akhirnya sangat kekenyangan. Ketika mengalami episode makan yang tidak terkontrol, orang yang mengalami kalap makan ini biasanya akan merasa bersalah telah makan terlalu banyak.

"Dia merasa bersalah, tetapi tidak melakukan apa-apa. Saking stresnya malah makan lagi," terang Naomi.

Mereka juga terkadang suka menyembunyikan makanan di tempat tidur atau mengambil makanan di kulkas secara diam-diam. Menurut Naomi, hal itu karena mereka takut ketahuan orang lain bahwa memiliki kebiasaan makan yang sangat berlebihan.

Ciri-ciri lainnya, mereka juga khawatir makan bersama orang lain, karena takut diejek suka makan sangat banyak. Bila siklus kalap makan selalu terjadi, tak tertutup kemungkinan bisa menjadi obesitas.

Kalap makan bisa disertai dengan bulimia, misalnya memuntahkan makanan setelahnya karena merasa bersalah telah makan banyak.

Orang yang memiliki gangguan makan ini juga rentan mengalami depresi karena merasa malu, merasa tidak berharga, mudah tersinggung, hingga sering cemas.

Gangguan makan dengan kalap lebih banyak dialami perempuan dewasa muda. Untuk mengatasinya, bisa dimulai dengan terapi secara psikologis, seperti cognitive behavioral therapy dan interpersonal therapy.

Naomi mengatakan, makan harus secara sadar dengan tahu apa yang di makan, bagaimana rasa makanan, serta tahu kapan lapar dan kenyang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.