8 Cara Mudah Menjaga Ginjal Tetap Sehat

Kompas.com - 12/12/2019, 18:00 WIB
ilustrasi ginjal ilustrasi ginjal

KOMPAS.com - Ginjal adalah salah satu bagian organ yang punya fungsi sangat penting. Fungsi penting dari organ yang terletak di bagian bawah rusuk ini adalah menyaring limbah beracun dan kotoran-kotoran lain dari dalam darah.

Produk limbah ini nantinya akan diteruskan ke kandung kemih lalu dikeluarkan berupa urine.

Selain fungsi utama tersebut, ginjal juga bertugas untuk menjaga dan mengatur kadar pH, garam, serta kalium dalam tubuh.

Organ penting ini juga bertanggung jawab untuk mengatur tekanan darah serta produksi sel darah merah.

Dengan segudang fungsi tersebut, ginjal menjadi salah satu organ vital yang nyaris tak tergantikan.

Sayangnya, ginjal juga menjadi organ yang rentan terkena berbagai masalah.

Baca juga: Penyakitnya Diabetes, Kok Efeknya sampai ke Ginjal, Otak, dan Jantung?

Namun, tak perlu khawatir, setidaknya ada 8 cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga ginjal tetap sehat. Apa saja?

1. Minum air yang cukup, tapi jangan berlebihan

Terkait fungsi utama ginjal yang menyaring kotoran dari darah dan membuangnya menjadi urine lewat kandung kemih, cara terbaik menjaga organ ini tetap sehat adalah memastikan diri terhidrasi.

Saran ini mungkin terdengar klise, tapi asupan air sangat penting untuk membantu ginjal membersihkan natrium dan racun dari darah Anda.

Jika kita tidak cukup minum air, maka saringan kecil dalam ginjal bisa terhenti dan menyebabkan batu ginjal hingga infeksi.

Orang sering tidak sadar mengalami dehidrasi ringan. Sekilas, dehidrasi ringan tidak berbahaya.

Tapi, bila keadaan ini terjadi cukup sering makan bisa mempegaruhi fungsi ginjal.

Dalam keadaan normal, orang dewasa membutuhkan minum sekitar 2 liter sehari. Meski begitu, kebutuhan minum setiap orang berbeda bergantung pada banyak faktor.

Namun, perlu digarisbawahi, minum berlebihan pun juga bisa merusak ginjal.

Hal ini diungkap oleh Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia Aida Lydia.

“Banyak minum air putih bisa sebabkan gangguan elektrolit di darah. Kadar natrium dan kalium dalam darah berkurang, sedangkan kadar cairan di tubuh meningkat sel tubuh jadi membengkak,” ujar Aida saat ditemui dalam temu media Peringatan Hari Ginjal Sedunia di Jakarta pada Rabu (7/3/2018).

Kerja ginjal menjadi semakin berat karena harus menyaring cairan berlebih. Aida menyebut, glomerulus pada ginjal tidak akan kuat melakukan fungsi filtrasi.

Jika sudah begitu, bisa saja terjadi gangguan pada ginjal.

Baca juga: INFOGRAFIK: 10 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Ginjal

2. Makan makanan sehat

Lagi-lagi, mungkin Anda berpikir saran ini sangat klise. Namun, yang perlu disadari, kebanyakan masalah pada tubuh memang bersumber dari makanan yang kita konsumsi.

Lalu, seperti apa sih sebenarnya yang disebut makanan yang baik untuk ginjal?

Merangkum dari Healthline, makanan segar yang rendah sodium baik untuk ginjal. Misalnya saja kembang kol, blueberry, ikan, biji-bijian, dan masih banyak lagi.

Makanan tersebut bisa membantu kita mengontrol berat badan agar terhindar dari obesitas.

Obesitas sendiri biasanya juga diikuti berbagai masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga penyakit kardiovaskular.

Penyakit-penyakit tersebut kerap kali menjadi pintu masuk untuk merusak ginjal.

Untuk menghindari masalah-masalah kesehatan tersebut, Anda juga bisa mengurangi makanan yang tinggi lemak, garam, dan gula.

3. Olahraga dan hindari gaya hidup tidak aktif

Kebanyakan manusia modern saat ini cenderung memiliki gaya hidup tidak aktif. Misalnya saja, seharian duduk di kantor tanpa beranjak.

Kabar buruknya, hal ini bisa berdampak buruk bagi ginjal.

Ini bukan berarti Anda harus mengganti pekerjaan atau kemudian mendaftar di gym untuk olahraga sangat keras.

Anda cukup melakukan olahraga ringan seperti berjalan, lari kecil, atau bersepeda untuk menjaga tubuh tetap aktif.

Memanfaatkan waktu luang untuk hobi beraktivitas di luar ruangan seperti berkebun juga bisa membantu ginjal Anda tetap sehat.

Ada baiknya, olahraga atau hobi Anda ini dilakukan secara teratur selama 30 hingga 60 menit sehari untuk memperoleh hasil maksimal.

4. Berhenti merokok

Bukan rahasia lagi, banyak tenaga medis maupun penelitian yang menunjukkan bahwa rokok memiliki efek buruk bagi kesehatan. Tak terkecuali untuk kesehatan ginjal.

Untuk ginjal, merokok bisa merusak pembuluh darah dalam tubuh. Hal ini menyebabkan aliran darah lebih lambat ke seluruh tubuh, termasuk ginjal.

Merangkum dari Cleveland clinic, ketika ginjal tidak mendapat aliran darah yang memadai, organ ini tidak dapat berfungsi secara optimal.

Selain itu, merokok juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi yang berbahaya untuk ginjal.

Baca juga: 10 Hal Tak Terduga yang Bisa Bikin Ginjal Anda Rusak

5. Jangan berlebihan minum obat warung

Di Indonesia, banyak orang yang sakit dengan mudah mengakses obat-obatan yang dijual bebas di warung hingga apotek. Mungkin tidak banyak yang berpikir kalau obat warung dapat menyimpan bahaya untuk ginjal.

Obat sakit kepala, demam, atau nyeri yang berisi ibuprofen dan naproxen bisa mengancam ginjal Anda jika dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu sering.

Tak hanya obat warung, melansir dari WebMD, mengonsumsi antobiotik terlalu sering juga dapat merusak ginjal. Hal ini bahkan bisa terjadi pada ginjal yang benar-benar sehat.

Untuk itu, ada baiknya konsultasikan obat yang digunakan pada dokter keluarga Anda.

6. Hati-hati konsumsi suplemen maupun obat herbal

Banyak orang berpikir suplemen makanan ataupun obat herbal tidak memiliki efek samping yang berbahaya bagi ginjal.

Di Indonesia sendiri, obat herbal seperti jamu atau jenis lainnya juga digemari. Sayangnya, tak banyak yang paham bagaimana aturan konsumsinya.

Untuk berjaga-jaga, tidak ada salahnya komunikasikan jenis suplemen maupun obat herbal yang akan Anda konsumsi.

7. Jauhi alkohol

Sama seperti merokok, alkohol juga sudah diketahui memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Mengonsumsi alkohol dalam jangka waktu lama sangat memungkinkan dapat menjadi penyebab masalah ginjal.

Alkohol akan membuat Anda dehidrasi. Ini membuat ginjal Anda harus bekerja keras.

Lebih lanjut, konsumsi alkohol juga kerap dihubungkan dengan obesitas, penyakit liver, tekanan darah tinggi, dan kondisi lain yang menempatkan stres.

Kondisi tersebut juga bisa memperberat kerja-kerja ginjal.

Baca juga: 10 Daftar Makanan yang Baik untuk Ginjal

8. Lakukan pemeriksaan

Sangat penting untuk mengetahui risiko penyakit ginjal pada tubuh Anda. Untuk itu, cobalah lebih memperhatikan tubuh serta keluarga Anda.

Orang yang memiliki kerabat dengan riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes biasanya memiliki risiko lebih besar terkena penyakit ginjal.

Biasanya, dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin terkait riwayat keluarga tersebut.

Di luar riwayat penyakit keluarga, orang dengan risiko tinggi mengalami kerusakan ginjal dan sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan adalah:

  • Berusia di atas 60 tahun
  • Dilahirkan dengan berat badan lahir rendah
  • Memiliki riwayat penyakit kardiovaskular
  • Mengalami obesitas

Pemeriksaan awal bisa membantu Anda mendapatkan pengobatan lebih awal pula.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X