Kompas.com - 04/01/2020, 11:00 WIB
Para pekerja membongkar muatan ikan tongkol hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Selain untuk memenuhi permintaan pasar lokal, hasil Tangkapan Ikan Tongkol dengan ukuran dan kualitas tertentu juga banyak memenuhi permintaan pasar ekspor. Untuk tingkat nelayan harga pasar ekspor Ikan tongkol mencapai Rp 20.000 per kilogram, sedangkan pasar lokal rata-rata Rp 16.000 per kilogram. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOPara pekerja membongkar muatan ikan tongkol hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Selain untuk memenuhi permintaan pasar lokal, hasil Tangkapan Ikan Tongkol dengan ukuran dan kualitas tertentu juga banyak memenuhi permintaan pasar ekspor. Untuk tingkat nelayan harga pasar ekspor Ikan tongkol mencapai Rp 20.000 per kilogram, sedangkan pasar lokal rata-rata Rp 16.000 per kilogram.

KOMPAS.com - Ikan dan produk olahan ikan merupakan salah satu menu yang kerap dihidangkan di meja makan.

Namun, menyantap ikan maupun produk olahannya yang tinggi kandungan histamin, dapat menyebabkan keracunan.

Seperti kasus keracunan ikan tongkol yang terjadi di Jember.

Melansir Kompas.com Jumat (3/1/2020), sebanyak 350 orang keracunan makanan setelah menyantap sajian ikan tongkol di malam pergantian tahun baru 2020.

Korban mengalami gejala keracunan antara lain mual, muntah, pusing, wajah memerah dan bengkak, sampai pingsan.

Baca juga: Korban Keracunan Ikan Tongkol di Jember Bertambah Lagi, Kini Jadi 350 Orang

Plt Kepala Dinas Perikanan Jember, Murtadlo, keracunan ikan tongkol dipicu proses penyimpanan ikan yang tidak benar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibatnya, kandungan histamin pada ikan meningkat.

Ikan tersebut diduga disimpan di atas suhu enam derajat dengan durasi melebihi ambang batas aman.

Padahal, daya tahan ikan tersebut di tempat terbuka hanya empat jam, selang didapat nelayan dari laut.

Baca juga: Ikan Tongkol Sebabkan 250 Warga Keracunan karena Disimpan di Atas Suhu 6 Derajat

Apa itu histamin?

Melansir laman resmi American Academy of Allergy Asthma and Immunology, keracunan histamin (scombrotoxin fish poisoning) merupakan salah satu jenis keracunan makanan.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
Keseleo

Keseleo

Penyakit
6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

6 Pantangan Makanan Setelah Sunat

Health
11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

11 Gejala Kecemasan pada Anak yang Tidak Boleh Disepelekan

Health
12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

12 Cara Mengobati Ambeien Berdarah secara Alami, Obat, dan Operasi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.