Anda Ingin Hidup Sehat? Jangan Lewatkan Berbuat Baik

Kompas.com - 11/01/2020, 11:11 WIB
Ilustrasi berbagi senyum pada lansia. Dok Garda OtoIlustrasi berbagi senyum pada lansia.

Dr. Kelli Harding menuliskan hasil risetnya dalam buku The Rabbit Effect: Live Longer, Happier, and Healthier with the Groundbreaking Science of Kindness.

Peneliti pada waktu itu mengujinya dengan memberikan makanan berlemak tinggi kepada kelinci.

Kelinci tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Ada yang hanya diberi makan. Ada juga yang diberi makan, dibelai, dan diajak berbincang.

Dari riset, kedua perlakuan tersebut punya efek kentara, terutama pada kesehatan jantung.

"Tak cuma buat hewan, efek berbuat baik ini juga berdampak pada manusia," kata Dr. Kelli Harding, seperti dilansir Today.

Asisten profesor psikiatri klinis di Columbia University Irving Medical Center, New York, AS ini menjelaskan, orang yang punya pengalaman dengan kebaikan dan penuh kasih cenderung lebih sehat.

"Obat-obatan hanya berkontribusi 10-20 persen pada kesehatan. Sisanya, terkait gen dan apa yang terjadi di luar perawatan medis," ujar Harding.

Selain itu, dari sisi psikologis, stres juga buruk bagi sistem daya tahan tubuh.

" Berbuat baik dapat meredakan stres," imbuh Harding.

Menurutnya, kebaikan juga melahirkan koneksi positif dengan orang sekitar.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X