Kompas.com - 15/01/2020, 16:00 WIB
Menu ikan lele di warteg Kharisma Bahari. KOMPAS.com / CITRA FANY SAMPARAYAMenu ikan lele di warteg Kharisma Bahari.

 

KOMPAS.com - Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, ikan lele bisa menjadi hidangan favorit yang menggoda selera.

Berbagai olahan lele pun sangat mudah ditemukan di sejumlah daerah di Tanah Air.

Namun sayangnya, konsumsi berlebihan ikan air tawar ini ternyata bisa berefek negatif bagi kesehatan.

Picu penyakit jantung

Praktisi medis, Dr Arikawe Adeolu, mengatakan konsumsi lele berlebihan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular.

Menurut dia, lele mengandung asam lemak omega 6 yang dapat meningkatkan tingkat peradangan dalam tubuh.

"Peradangan adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular, kanker jenis tertentu, dan diabetes," kata Adeolu melansir dari Vanguard.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

Bagikan artikel-artikel Health yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Ahli Sebut Makan Ikan Lele Bisa Picu Penyakit Jantung
Hidangan olahan lele yang menggoda selera ini juga bisa berefek negatif pada kesehatan.
Bagikan artikel ini melalui

Baca juga: 6 Cara Membuat Salad yang Baik untuk Kesehatan Jantung

Di sisi lain, lele juga mengandung asam lemak omega 3 yang memiliki banyak manfaat kesehatan.

Omega 3 membantu mengurangi kadar kolesterol jahat serta meningkatkan kolsterol baik dalam darah.

Kandungan omega 3 juga bisa membantu melindungi jantung dan sistem kardiovaskular dari segala bentuk penyakit.

Selain itu, lemak esensial ini dapat membantu mengurangi kuantitas atau konsentrasi zat peradangan dalam tubuh.

Tapi berdasarkan studi, rasio omega 6 pada lele jauh lebih besar daripada asam lemak omega 3.

"Perbandingan antara omega 6 dan omega 3 pada lele sekitar 4:1," jelas Adeolu.

Menurut dia, konsumsi lele dari hasil budi daya lebih berisiko menyebabkan penyakit jantung. Pasalnya, kandungan omega 6 pada lele yang diberi makanan sintetis lebih tinggi ketimbang lele dari sungai.

"Rasio perbandingan kandungan omega 6 dan omega 3 pada lele yang dibudidayakan dan diberi makanan sintetis berubah menjadi sekitar 10:1," terang dia.

Manfaat ikan lele

Meski demikian, Adeolu mengatakan ikan lele masih memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Di antaranya yakni:

  • Lele merupakan sumber protein yang baik, kaya akan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk membangun otot, tulang, dan berbagai jaringan dalam tubuh
  • Lele juga bisa menjadi pilihan menu diet untuk menurunkan berat badan karena mengandung kalori dalam jumlah sedang
  • Lele kaya akan fosfor dan magnesium. Dua senyawa tersebut diketahui merupakan nutrisi mikro penting yang memainkan peran penting dalam banyak proses biokimia dalam tubuh
  • Kabar baiknya lagi, lele memiliki jumlah merkuri yang sangat rendah. Merkuri merupakan zat beracun yang bisa merusak sistem saraf jika dikonsumsi dalam jumlah besar

Baca juga: Studi Ungkap Wanita Lebih Rentan Idap Penyakit Jantung, Kok Bisa?

Tips aman konsumsi lele

Adeolu menyebut konsumsi lele aman jika tidak dilakukan secara berlebihan. 

Melansir Hello Sehat, lele aman untuk dikonsumsi sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Selain itu, kita juga bisa membuang dulu kulit ikan lele sebelum diolah jadi masakan. Masalahnya, kulit ikan biasanya paling mudah tercemar oleh zat-zat polutan di perairan kotor.

Lebih jauh lagi, kita sebaiknya memvariasikan pilihan lauk-pauk setiap hari.

Semakin bervariasi, semakin kaya dan seimbang pula asupan nutrisi bagi tubuh.


Sumber ,vanguardngr
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X