Kompas.com - 14/02/2020, 13:32 WIB

Timbunan lemak dalam tubuh dapat menumpuk di arteri yang memasok darah ke jantung. Arteri yang menjadi sempit kemudian dapat menyebabkan serangan jantung. 

Selain itu, penderita obesitas juga cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol lipoprotein (LDL), trigliserida, dan diabetres yang semuanya berkontribusi terhadap penyakit jantung.

3. Stroke

Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terputus. Kondisi itu dapat disebabkan oleh timbunan lemak yang menumpuk di arteri.

Stroke dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak dan mengakibatkan berbagai kecacatan, termasuk gangguan bicara dan bahasa, otot yang melemah, dan perubahan pada keterampilan berpikir dan bernalar.

Sebuah tinjauan pada tahun 2010 terhadap 25 studi dengan hampir 2,3 juta partisipan menemukan bahwa obesitas meningkatkan risiko stroke hingga 64 persen.

4. Apnea tidur

Apnea tidur adalah gangguan di mana seseorang dapat berhenti bernapas sejenak saat tidur.

Orang yang kelebihan berat badan dan hidup dengan obesitas berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan itu.

Apnea tidur bisa terjadi karena para pemiliki perut buncit cenderung mempunyai lebih banyak lemak yang tersimpan di leher sehingga membuat jalan napas menyusut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.