Kompas.com - 28/02/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi Tempe Gembus Kompas.comIlustrasi Tempe Gembus

KOMPAS.com - Banyak orang Indonesia mungkin hanya mengenal adanya tempe yang dibuat dari bahan baku kedelai.

Padahal, masih ada beberapa jenis tempe lain yang dibikin dengan bahan baku bukan kedelai.

Salah satunya, yakni tempe gembus yang dibuat dari ampas tahu.

Tempe jenis ini sebenarnya telah sering dikonsumsi banyak masyarakat di Tanah Air, terutama di daerah Jawa.

Baca juga: Tahu atau Tempe, Mana yang Lebih Sehat?

Kandungan gizi tempe gembus

Soal gizi, tempe gembus memang acap kali dianggap tak mengandung banyak nutrisi atau lebih rendah ketimbang tempe kedelai.

Hal itu bisa kata benar adanya. Karena berasal dari fermentasi ampas tahu, tempe gembus tidak mengandung protein sebanyak tempe yang dibuat dengan menggunakan kacang kedelai sebagai bahan utamanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, tempe ini nyatanya masih memiliki manfaat bagi tubuh.

Melansir buku Makanan Tradisional Indonesia Seri Kelompok Makanan Fermentasi dan Makanan yang Populer di Masyarakat (2017) karya Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc dkk., tempe gembus mengandung sejumlah gizi yang bermanfaat bagi tubuh.

Di antaranya yakni:

  • Protein sebesar 4 persen
  • Serat kasar 30,4 persen

Kandungan serat pada tempe gembus memang tergolong cukup tinggi.

Serat kasar yang mengalami fermentasi itu diyakini dapat memberikan keuntungan, yaitu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.

Proses pembuatan tempe gembus

Secara tradisional, tempe gembus dibuat dari ampas tahu yang dihilangkan kadar airnya.

Proses penirisan air tersebut biasanya dilakukan dengan cara memasukkan ampas tahu ke dalam karung goni dan ditekan dengan batu selama beberapa jam.

Baca juga: Buang Air Besar Normalnya Berapa Kali Sehari?

Setelah itu, ampas tahu dikukus.

Ampas tahu yang sudah matang kemudian didinginkan, lalu dicampur dengan usar yang biasa digunakan untuk membuat tempe kedelai.

Campuran ampas tahu lantas dibungkus dengan daun pisang atau diletakkan di tampah dan ditutup dengan daun pisang.

Bahan tersebut lantas disimpan di tempat yang agak gelap kurang lebih selama 2 hari.

Tempe gembus yang sudah jadi akan berbentuk padat dan berwarna putih keabu-abuan dengan aroma yang khas.

Tempe gembus bisa disajikan dengan cara digoreng dengan tepung atau dibacem.

Baca juga: Sering Diare di Pagi Hari: Penyebab, Komplikasi, dan Cara Mengobati

Fermentasi tempe

Sementara itu, melansir buku Aneka Pangan Olahan dari Tempe (2018) karya Nimas Ayu Rengganis dkk., diterangkan bahwa tempe merupakan hasil fermentasi dari banyak mikroba, antara lain:

  • Kapang
  • Kamir
  • Bakteri asam laktat (BAL)
  • Bakteri g negatif

Pertumbuhan BAL yang terjadi selama proses perendaman akan menurunkan pH kedelai maupun bahan lain yang akan diolah menjadi tempe.

Penurunan pH ini bertujuan untuk menghambat pertumbuhan mikroba patogen dan terjadinya pembusukan selama proses fermentasi.

Walaupun terjadi penghambatan mikroba, penurunan pH diketahui tidak akan menghambat pertumbuhan kapang tempe.

Baca juga: Sering Salah Penanganan, Ini 3 Cara Tepat Obati Diare pada Anak

Selama terjadi proses fermentasi tempe, akan ditemukan bakteri Klebsiella pneumonia sebagai kontaminasi.

Proses tersebut diketahui dapat menghasilkan produksi vitamin B12 di dalam tempe.

Hasil lain yang diperoleh dari proses fermentasi tidak lain, yakni ragi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
Iskemia

Iskemia

Penyakit
3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

3 Cara Mengobati Penyakit Kantung Empedu

Health
Pendarahan Pasca Melahirkan

Pendarahan Pasca Melahirkan

Penyakit
Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Mata Terkena Cairan Hand Sanitizer

Health
Penyakit Addison

Penyakit Addison

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.