Kompas.com - 03/03/2020, 18:03 WIB

KOMPAS.com - Sejak mewabah dari Wuhan, China, akhir Desember 2019, virus corona menjadi sorotan dunia.

Dalam kurun waktu dua bulan, virus penyebab penyakit Covid-19 ini telah terdeteksi sedikitnya di 60 negara, termasuk di Indonesia.

Temuan kasus terbanyak ada di China, disusul Korea Selatan, dan Italia.

Baca juga: Masker, Cuci Tangan, Hand Sanitizer, Mana Paling Ampuh Cegah Corona?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China merilis riset yang diterbitkan Journal of American Medical Association (JAMA) pada (24/2/2020).

Riset tersebut menganalisis laporan 44.672 kasus virus corona positif Covid-19 di China.

Dari hasil pemantauan terlihat, sebanyak 81 persen pasien Covid-19 hanya mengalami gejala penyakit yang ringan (tidak mengalami atau ada sedikit gejala pneumonia).

Sedangkan 19 persen lainnya, mengalami gejala sedang, sampai parah.

Pasien Covid-19 bisa masuk level kritis saat mengalami kesulitan bernapas, radang paru-paru akut, dan kegagalan organ.

Dari data sementara tersebut, sebanyak 2,3 persen pasien yang infeksi virus corona baru SARS-CoV-2 meninggal dunia.

Baca juga: Salaman, Tos, Adu Kepal Tangan, Mana Paling Baik Cegah Penularan Penyakit?

Tingkat kematian akibat virus corona baru ini, disebut lebih rendah ketimbang penyakit sejenis severe acute respiratory syndrome (SARS) yang mewabah pada 2002 lalu.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.