Kompas.com - 06/03/2020, 19:58 WIB
Ilustrasi makanan manis happy_larkIlustrasi makanan manis

KOMPAS.com - Konsumsi gula berlebihan kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.

Menurut Kementerian Kesehatan, Anda disarankan untuk mengonsumsi gula tak lebih dari 50 gram atau empat sendok makan gula per hari.

Batasan tersebut sedikit lebih tinggi dari standar American Heart Association.

Demi kesehatan, pria disarankan hanya mengonsumsi gula maksimal sembilan sendok teh atau 36 gram gula per hari.

Baca juga: 5 Gejala Diabetes pada Anak, Tak Hanya Diderita Orang Tua

Melansir Harvard Health Publishing, gula punya seribu wajah, tak hanya berupa gula pasir yang jadi tambahan perasa dalam minuman atau makanan.

Gula juga kerap ditambahkan produsen makanan untuk mengawetkan makanan. Seperti bahan pembuatan sup instan, makanan olahan, sampai saus botolan.

Wajah lain gula tambahan bisa berupa brown sugar, gula jagung, sirup gula, konsentrat jus buah, sirup jagung, madu, gula malt, sampai gula tetes.

Selain itu, Anda perlu cermat memperhatikan molekul gula buatan yang tertulis di label makanan. Namanya kerap berakhiran dengan "osa". Seperti dekstrosa, fruktosa, glukosa, laktosa, maltosa, dan sukrosa.

Baca juga: 3 Resep Infused Water untuk Diabetes

Terlepas dari beragam wajah gula, konsumsi gula yang berlebihan dapat merusak tubuh lewat berbagai cara.

Melansir Web MD, berikut bahaya kelebihan gula yang dapat merusak seluruh bagian tubuh:

1. Otak ketagihan dopamin

Mengonsumsi gula dapat membanjiri otak dengan zat kimia yang menimbulkan rasa enak bernama dopamin.

Zat itulah yang mendorong otak kerap menginginkan permen cokelat atau minuman manis di malam hari ketimbang apel.

Karena, saat Anda makan buah atau sayur, otak tidak melepaskan dopamin sebanyak saat Anda mengonsumsi gula.

Tak pelak, kita kerap merasa ketagihan ingin mengonsumsi asupan manis demi mendapatkan rasa enak tersebut.

Baca juga: Milk Tea Brown Sugar Jadi Boba Paling Tidak Sehat, Bagaimana Baiknya?

2. Gangguan suasana hati

Saat makan cokelat manis, sepotong kue berhias krim cantik, atau camilan tinggi gula, tubuh Anda seolah mendapat pasokan energi melimpah diikuti naiknya kadar gula darah.

Akan tetapi, begitu sel-sel di dalam tubuh mulai menyerap gula, Anda terkadang merasa gelisah dan cemas karena khawatir kehilangan energi melimpah tersebut.

Apabila keinginan mengonsumsi asupan manis tersebut terus-menerus dituruti, perlahan-lahan dampaknya bisa membuat gangguan suasana hati bahkan depresi. 

3. Gigi rentan berlubang

Mengonsumsi makanan manis tanpa diimbangi rutin membersihkan mulut dapat merusak gigi.

Bakteri biang gigi berlubang kerap bersarang di sisa makanan manis yang menempel di gigi.

Baca juga: Bolehkah Penderita Diabetes Minum Susu Full Cream?

4. Nyeri sendi

Kelebihan asupan manis bisa menyebabkan nyeri sendi terasa lebih menyakitkan.

Pasalnya, asupan manis dapat memicu peradangan di dalam tubuh.

Selain itu, studi menyebut konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit peradangan sendi (rheumatoid arthritis).

5. Kulit kendur dan gampang berkerut

Konsumsi gula berlebihan juga bisa membuat Anda tampak lebih tua ketimbang usia asli Anda.

Pasalnya, kelebihan konsumsi gula yang tidak diserap tubuh dapat menempel pada protein dalam aliran darah.

Kondisi tersebut memacu keluarnya molekul berbahaya yang dapat merusak kolagen dan elastin dalam kulit.

Kekencangan kulit yang selama ini ditopang serat protein tersebut jadi terganggu. Sehingga, kulit jadi gampang kendur dan rentan timbul kerutan.

Baca juga: Awas, Tidur Lebih dari 8 Jam Bisa Picu Diabetes hingga Kematian Dini

6. Merusak hati

Konsumsi gula buatan seperti dari sirup jagung atau fruktosa dapat memengaruhi kesehatan hati.

Saat gula buatan diuraikan organ hati, zat tersebut tidak berubah menjadi energi, melainkan menjadi lemak.

Konsumsi gula buatan berlebihan dapat menyebabkan penyakit hati berlemak, peradangan hati, timbulnya jaringan parut di hati, sirosis hati, sampai mematikan fungsi hati.

7. Penyakit jantung

Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan kadar insulin dalam aliran darah.

Kondisi tersebut dapat membuat dinding arteri meradang. Sehingga, dinding arteri jadi lebih tebal dan lebih kaku.

Saat dinding arteri tebal dan kaku, jantung rentan stres dan lambat laun kesehatan pembuluh darah secara keseluruhan terganggu.

Berbagai gangguan kesehatan akibat rusaknya pembuluh darah antara lain penyakit jantung koroner, gagal jantung, sampai stroke.

Baca juga: 6 Manfaat Kacang Hijau, untuk Kesehatan Jantung sampai Ibu Hamil

8. Merusak pankreas

Dalam kondisi normal, saat Anda mengonsumsi asupan yang mengandung gula, pankreas akan memompa insulin.

Akan tetapi, konsumsi gula berlebihan dapat membuat respons tubuh pada insulin terganggu.

Pasalnya, konsumsi gula berlebihan mengakibatkan pankreas kerap bekerja ekstra untuk memompa lebih banyak insulin.

Apabila terus dipaksa bekerja keras, pankreas lambat laun bisa rusak dan kadar gula darah terus naik tanpa kontrol.

Akibatnya, risiko penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung pun mengintai.

9. Gangguan ginjal

Dampak penyakit diabetes akibat melonjaknya kadar gula dalam darah dapat menyebabkan ginjal rusak.

Ginjal merupakan organ vital untuk menyaring darah dalam tubuh Anda.

Setelah kadar gula darah mencapai jumlah tertentu, ginjal otomatis melepaskan kelebihan gula ke dalam urin.

Jika tidak dikendalikan, diabetes juga dapat menyebabkan komplikasi gagal ginjal.

Baca juga: Obesitas Dapat Sebabkan Penyakit Jantung, Kok Bisa?

10. Kelebihan berat badan

Konsumsi gula berlebihan juga dapat menyebabkan berat badan melonjak.

Penelitian menunjukkan, orang yang doyan minum minuman manis cenderung punya berat badan berlebih dan memiliki risiko lebih besar untuk mengidap penyakit diabetes tipe 2.

Studi lain menyebut, kelebihan gula dapat membuat sel lemak melepaskan bahan kimia pemicu kenaikan berat badan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Health
6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Health
Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Health
Cara Mengatasi Eksim di Penis

Cara Mengatasi Eksim di Penis

Health
Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.