Kompas.com - 12/03/2020, 16:02 WIB

"Lebih baik makan atau disediakan nasi boks daripada prasmanan," jelas dr. Dien saat diwawancara Kompas.com, Kamis (12/3/2020).

Dien tak menampik jika nasi boks juga tak sepenuhnya bisa terbebas dari potensi terkontaminasi virus.

Baca juga: Dokter: Ibu dengan Gejala Infeksi Virus Corona Tetap Boleh Menyusui

Hal itu dikarenakan, saat proses pembuatan maupun pembagian, nasi boks bisa juga dipegang oleh seseorang yang telah terinfeksi.

Tapi, menurut dia, risiko penyebaran virus melalui nasi boks itu masih tergolong lebih kecil dibanding makan secara prasmanan.

Tidak panik, tapi tetap waspada

Sementara itu, saat ditanya soal kemampuan Covid-19 tak bisa hidup di suhu udara tertentu atau di bawah sinar matahari, dr. Dien mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dia ketahui, hingga kini belum ada penelitian mengenai hal tersebut.

"Belum ada penelitian virus corona bisa bertahan di benda mati kuat sampai berapa lama," terang dr. Dien.

Dien pun menganjurkan bagi siapa saja yang terpanting sekarang untuk tidak panik, namun tetap waspada terhadap penyebaran virus corona ini.

Dia mengingatkan, virus corona bisa menyebar melalui percikan pernapasan penderita atau permukaan benda yang terkontaminasi.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Konsumsi Buah dan Sayur untuk Tingkatkan Imunitas

Mereka yang terjangkit virus ini, dilaporkan akan mengalami sejumlah gejala, di antaranya:

  • Demam
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Pada kasus yang lebih parah, penderita bisa mengalami infeksi paru-paru (pneumonia) atau kesulitan bernapas

"Infeksi virus corona dapat menyebabkan kematian, terutama pada pasien lansia dengan komplikasi penyakit lain," jelas Dien.

Demi kebaikan bersama, Dien menyarankan juga kepada siapa saja untuk rajin cuci tangan dengan air dan sabun atau cairan pencuci tangan untuk menghindari tertular Covid-19.

Selain itu, jagalah jarak setidaknya 1 meter dari orang yang mengalami gejala batuk, bersin, atau demam.

Tidak boleh ketinggalan, selalu tutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku saat batuk atau bersin agar tidak menularkan virus penyebab penyakit.

Baca juga: Waspadai 4 Cara Penularan Virus Corona

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.