Kompas.com - 30/03/2020, 16:01 WIB
Ilustrasi pencegahan dan penularan virus corona, pasie virus corona ShutterstockIlustrasi pencegahan dan penularan virus corona, pasie virus corona

KOMPAS.com - Jumlah pasien positif Covid-19 di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia terus bertambah.

Hal itu membuktikan virus corona jenis baru penyebab Covid-19 ini menyebar dengan mudah dan cepat.

Selain mudah menular, infeksi virus corona patut diwaspadai karena bisa menimbulkan gejala yang berkembang pesat menjadi sindrom gangguan pernapasan akut (acute respiratory distress syndrome) dan syok septik.

Baca juga: Di Rumah Aja saat Wabah Virus Corona juga BIsa Picu Jerawat, Kok Bisa?

Gejala itu bisa diikuti oleh kegagalan banyak organ karena cytokine storm yang diinduksi oleh virus di dalam tubuh.

Fenomena inilah yang menunjukkan fatalitas dari Covid-19 sehingga meningkatkan risiko kematian.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Dr. dr. Prasetyadi Mawardi, Sp.KK (K), mengatakan meski sekitar 80 persen kasus Covid-19 menunjukkan gejala ringan dan bahkan tanpa disertai gejala apapun (asimptomatik), tapi tetap saja sekitar 20 persen kasus bisa berkembang menjadi gejala sedang dan bahkan berat yang disebut severe acute respiratory infection (SARI).

“Hal ini akan dijumpai pada pasien-pasien dengan kekebalan tubuh yang rendah atau immunocompromised,” kata sosok yang akrab disapa dr. Pras itu saat diwawancara Kompas.com, Senin (30/3/2020).

Gejala sedang dan bahkan berat juga berpotensi dialami oleh kelompok masyarakat, sebagai berikut:

  • Usia tua atau lansia dengan penyakit yang diderita sebelumnya
  • Penderita diabetes
  • Penderita hipertensi
  • Penderita asma bronchiale
  • Penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Baca juga: Rusak Masker Bekas untuk Cegah Penularan Corona, Begini Caranya...

Peran vitamin C dosis tinggi

dr. Pras menegaskan, higiene personal mutlak dilakukan oleh setiap orang untuk mencegah penularan virus corona.

Menurut dia, menjaga kesehatan pribadi dan keluarga merupakan kunci utama, di samping tindakan social and physical distancing.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ekolalia

Ekolalia

Penyakit
3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

3 Dampak Stres Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Health
Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Punya Fantasi Seks Tak Realistis? Bisa Jadi Gejala Narsisme Seksual

Health
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)

Penyakit
Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Bagaimana Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang?

Health
Sindrom Nefrotik

Sindrom Nefrotik

Penyakit
Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.