Kompas.com - 20/04/2020, 06:10 WIB

KOMPAS.com - Beberapa orang masih memiliki anggapan yang keliru mengenai sarapan.

Minum kopi atau teh, makan sepotong kue atau gorengan dianggap sudah melakukan sarapan.

Ada juga yang masih makan sarapan di atas pukul 09.00 WIB atau 10.00 WIB, seperti saat jam istirahat sekolah atau kerja.

Sarapan juga kurang tepat jika masih dianggap hanya sekadar aktivitas mengisi perut agar kenyang di pagi hari.

Baca juga: Sarapan Bisa Mengubah Otak Anak Menjadi Seperti Ini

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar mendapatkan kemanfaatan sesungguhnya dari sarapan.

Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan saat menyantap sarapan untuk meningkatkan daya tahan tubuh:

1. Tidak menunda waktu sarapan

Sarapan yang baik selalu dilakukan pada waktu pagi hari, bukan menjelang makan siang, dan tidak perlu dibedakan antara saat hari kerja atau sekolah, maupun hari libur.

Hasil penelitian menunjukkan, waktu terbaik untuk menyantap sarapan adalah 30-60 menit setelah bangun tidur di pagi hari.

Sementara, sumber lain menyebut waktu menyantap sarapan masih diperbolehkan maksimal hingga 2 jam setelah bangun tidur. 

Di Indonesia sendiri, rata-rata menyantap sarapan baiknya dilakukan sebelum jam 9 pagi.

2. Pilih menu sarapan yang bergizi

Jenis makanan yang dikonsumsi untuk sarapan akan memengaruhi kondisi tubuh selama beberapa jam ke depan.

Menu sarapan yang sehat sebaiknya memiliki kandungan gizi seimbang dan memenuhi 20-35 persen angka kecukupan energi sehari.

Baca juga: 8 Manfaat Sarapan, Pasok Energi hingga Tingkatkan Daya Ingat

Jumlah zat gizi sarapan akan menyumbang sekitar seperempat dari asupan zat gizi harian seseorang.

Terkait menu sarapan ini, sebaiknya pilih menu yang mengandung protein dan serat yang cukup.

Protein dan serat yang dikonsumsi saat sarapan dapat membantu mempertahankan kenyang lebih lama sehingga mengurangi keinginan untuk ngemil sebelum makan siang. 

Dengan ini, seseorang sudah melakukan upaya mencegah asupan kalori berlebihan yang kurang baik bagi tubuh.

3. Batasi konsumsi gula sederhana

Ilustrasi gulaWikimedia Commons Ilustrasi gula

Saat sarapan dianjurkan juga untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat atau gula yang kompleks.

Karbohodrat tidak harus nasi, tapi dapat diganti dengan sumber karbohidrat lain, seperti:

  • Roti
  • Gandum
  • Kentang
  • Sereal
  • Sumber karbohdrat kompleks lainnya

Sebaiknya menghindari konsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat sederhana atau gula yang tinggi, seperti roti atau kue-kue manis, dan teh atau kopi yang ditambahkan banyak gula.

Konsumsi gula berlebih saat sarapan dapat meniakkan dan menurunkan kadar gula darah seseorang degan cepat sehingga jangka panjang dapat menimbulkan efek yang negatif bagi kesehatan.

Baca juga: 19 Bahan Makanan dengan Energi dan Zat Gizi Setara Nasi

4. Perhatikan porsi sarapan

Porsi sarapan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perut.

Berikan batasan yang wajar pada porsi sarapan Anda.

Beberapa orang memilih makan dengan porsi kecil, namun terkadang porsi yang terlalu sedikit justru dapat menyebabkan rasa lapar.

Akan tetapi juga jangan terlalu banyak. Perut yang terlalu kenyang justru apat mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan dan menjadikan seseorang lebih mudah mengantuk dan kurang sehat.

Setelah memahami tips sarapan di atas, sangat disayangkan jika kita masih menyantap sarapan dengan sarapan.

Mulai dari sekarang, mari mengonsumsi sarapan dengan tepat agar bermanfaat dengan maksimal, termasuk dapat meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.