Kompas.com - 08/05/2020, 04:30 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

KOMPAS.com - Penyakit jantung adalah istilah untuk menunjukkan gangguan atau masalah pada organ jantung.

Penyakit yang menyerang organ vital ini dianggap berbahaya karena jamak merenggut nyawa pengidapnya.

Melansir Medical News Today, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyebut, penyakit jantung adalah penyebab kematian utama di Inggris, AS, Kanada, dan Australia.

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

Terdapat beragam jenis penyakit jantung yang menyerang sejumlah bagian jantung, dengan gejala berbeda-beda.

Selain karena jenis penyakitnya berbeda, gejala penyakit jantung tersebut juga bisa berlainan tergantung kondisi fisik penderitanya.

Kendati bisa berlainan, terdapat tanda-tanda penyakit jantung yang umum.

Gejala awal penyakit jantung umumnya nyeri dada, sesak napas, dan jantung berdebar-debar.

Baca juga: Cara Menjaga Jantung Agar Tetap Sehat saat Puasa

Melansir Mayo Clinic, berikut penjelasan lebih lanjut mengenai jenis dan ciri-ciri penyakit jantung:

1. Penyakit jantung di pembuluh darah

Penyakit jantung di pembuluh darah ini jamak disebabkan aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak pada dinding pembuluh darah.

Kondisi ini bisa memicu penyakit jantung koroner dan serangan jantung.

Ciri-ciri penyakit jantung ini bisa berbeda pada wanita dan pria. Gejala penyakit jantung di pembuluh darah pada pria berupa nyeri dada.

Sedangkan pada wanita, ciri-ciri penyakit jantung di pembuluh darah ini adalah rasa tidak nyaman di dada disertai sesak napas, mual, atau kelelahan.

Selain tanda-tanda di atas, gejala awal penyakit jantung di pembuluh darah lainnya adalah timbulnya rasa sakit atau mati rasa di kaki atau lengan.

Kondisi tersebut disebabkan adanya penyempitan pembuluh darah di sejumlah bagian tubuh.

Nyeri di leher, rahang, tenggorokan, perut bagian atas, atau punggung juga bisa jadi ciri-ciri penyakit jantung.

Penderita bisa tidak menyadari punya masalah jantung, sampai terjadi serangan jantung, angina, henti jantung, atau gagal jantung.

Baca juga: Waspada, Serangan Jantung Diam-diam yang Kerap Menyerang Pria

2. Penyakit jantung karena gangguan detak jantung (artimia)

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Aritmia adalah kondisi untuk menggambarkan gangguan detak jantung yang tidak normal.

Pada penderita aritmia, detak jantungnya bisa lebih cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan.

Ciri-ciri penyakit jantung aritmia meliputi:

  • Dada berdebar-debar
  • Detak jantung terlalu cepat atau terlalu lambat
  • Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di bagian dada
  • Sesak napas
  • Sering sakit kepala atau pusing
  • Kerap pingsan

Baca juga: Aritmia (Gangguan Irama Jantung): Jenis, Gejala, Penyebab

3. Penyakit jantung bawaan

Penyakit jantung bawaan secara umum tanda-tandanya bisa muncul sejak seseorang dilahirkan.

Gejala penyakit jantung bawaan pada bayi dan anak dapat meliputi:

  • Warna kulit pucat atau kebiruan
  • Kaki, perut, atau area sekitar mata bengkak
  • Saat masih bayi, anak kerap sesak napas ketika minum susu sehingga berat badannya di bawah standar

Penyakit jantung bawaan yang gejalanya tidak berat, kerap tidak terdiagnosis sampai anak tumbuh besar atau beranjak dewasa.

Beberapa gejala kelainan jantung bawaan saat anak tumbuh besar di antaranya:

  • Mudah sesak napas saat berolahraga atau beraktivitas
  • Gampang lelah saat berolahraga atau beraktivitas
  • Tangan atau kaki kerap bengkak tanpa sebab jelas

Baca juga: Beda Serangan Jantung dan Henti Jantung

4. Penyakit jantung karena otot jantung lemah

Ilustrasi. Nikuwka Ilustrasi.
Banyak penderita penyakit jantung yang disebabkan otot jantung melemah (dilatasi kardiomiopati) tidak menyadari dirinya memiliki gangguan jantung.

Gejala penyakitnya baru terasa ketika kondisi tubuh penderitanya sudah memburuk.

Beberapa ciri-ciri penyakit jantung karena otot jantung melemah antara lain:

  • Tungkai, pergelangan kaki, dan kaki kerap bengkak
  • Kelelahan
  • Detak jantung tidak teratur, sering terlalu cepat atau berdebar-debar
  • Sering pusing dan pingsan

Baca juga: 7 Beda Penyakit Jantung pada Wanita dan Pria

5. Penyakit jantung karena infeksi (Endokarditis)

Endokarditis adalah infeksi yang menyerang membran bagian dalam, pemisah bilik dan katup jantung.

Gejala penyakit jantung karena infeksi ini meliputi:

  • Demam
  • Sesak napas
  • Lelah dan lemah
  • Kaki dan perut bengkak
  • Perubahan irama jantung
  • Batuk kering
  • Muncul ruam atau bintik tak biasa di kulit

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Detak Jantung Cepat

6. Penyakit jantung karena katup jantung

Ilustrasi jantung buatanNew York Times Ilustrasi jantung buatan
Gangguan pada katup jantung juga bisa menyebabkan penyakit jantung.

Jantung manusia memiliki empat katup, yakni aorta, mitral, paru, dan trikuspid.

Katup tersebut dapat membuka dan menutup untuk mengarahkan aliran darah ke jantung.

Katup jantung dapat rusak karena berbagai hal. Imbasnya, katup ini bisa menyempit, bocor, atau tidak bisa menutup dengan sempurna.

Ciri-ciri penyakit jantung karena masalah katup di antaranya:

  • Kelalahan
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kaki atau pergelangan tangan bengkak
  • Nyeri dada
  • Pingsan

Penyakit jantung umumnya bisa dikendalikan ketika dideteksi sejak dini.

Jika Anda khawatir mengidap penyakit jantung, baiknya bicarakan kondisi kesehatan dengan dokter.

Tujuannya, untuk mengurangi faktor risiko penyakit jantung.

Terlebih jika Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung dan mengalami sejumlah ciri-ciri penyakit jantung di atas.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X