Kompas.com - 09/05/2020, 03:00 WIB

KOMPAS.com - Kurma menjadi makanan primadona ketika bulan ramadhan tiba. Pasalnya, buah berwarna coklat ini dipercaya dapat meningkatkan energi selama berpuasa.

Kurma juga mengandung berbagai nutrisi penting yang baik untuk tubuh. Kalori kurma memang lebih tinggi daripada sebagian besar buah lainnya.

Sebagian besar kalori dalam kurma berasal dari karbohidrat dan protein sehingga mengenyangkan.

Baca juga: 6 Dampak Negatif Kebiasaan Mengupil dan Cara Mengatasinya

Selain itu, kurma juga mengandung berbagtai vitamin dan mineral penting. Melansir laman Healthline, berikut kandungan nutrisi pada kurma:

  • Kalori: 277
  • Karbohidrat: 75 gram
  • Serat: 7 gram
  • Protein: 2 gram
  • Kalium: 20 persen dari RDI (Recommended Daily Intake atau rekomendasi harian)
  • Magnesium: 14% dari RDI
  • Tembaga: 18% dari RDI
  • Mangan: 15% dari RDI
  • Besi: 5% dari RDI
  • Vitamin B6: 12% dari RDI

Selain itu, kurma juga kaya akan antiksidan yang bagus untuk kesehatan kita. Tingginya nutrisi pada kurma membuat buah tersebut memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti berikut:

1. Menjaga pencernaan dan gula darah

Kurma kaya akan serat yang bagus untuk pencernaan kita. Riset juga membuktikan konsumsi kurma secara teratur dapat mencegah sembelit.

Kabar baiknya lagi, kandungan serat pada kurma bisa membantu menjaga lonjakan gula darah.

Pasalnya, serat dapat memperlambat pencernaan sehingga gula darah tidak bisa meningkat drastis usai makan.

2. Melindungi diri dari radikal bebas

Antioksidan pada kurma membantu melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebasyang dapat menyebabkan reaksi berbahaya dalam tubuh dan mengundang berbagai penyakit.

Berikut tiga antioksidan dalam kurma dan manfaatnya:

- Flavonoid

Flavonoid adalah antioksidan kuat yang dapat membantu mengurangi peradangan dan mengurangi risiko diabetes, penyakit alzheimer dan beberapa jenis kanker.

- Karotenoid

Karotenoid terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko gangguan pada organ mata, seperti degenerasi makula.

- Asam fenolik

Asam fenolik merupakan sifat anti-inflamasinya yang dapat membantu menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

Baca juga: Pola Tidur Terganggu saat Puasa, Begini Cara Mengatasinya

3. Meningkatkan fungsi otak

Penumpukan plak di otak dapat mengganggu komunikasi antara sel-sel otak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel otak dan penyakit Alzheimer.

Kabar baiknya, mengonsumsi kurma dapat mengurangi aktivitas protein beta amiloid, yang dapat membentuk plak di otak. Anti oksidan pada kurma juga membantu mengurangi peradangan pada otak.

4. Membantu melancarkan persalinan

Mengonsumsi kurma menjelang hari persalinan dapat meningkatkan dilatasi serviks sehingga menurunkan kebutuhan akan induksi saat persalinan.

Manfaat tersebut terjadi karena kurma dapat mengikat reseptor oksitosin yang meniru efek oksitosin dalam tubuh. Oksitosin adalah hormon yang memicu kontraksi sehingga memperlancar persalinan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.