Kompas.com - 08/05/2020, 03:33 WIB
Ilustrasi memilih makan sayur atau junk food targovcomIlustrasi memilih makan sayur atau junk food

KOMPAS.com – Makanan lezat belum tentu sehat. Begitu juga sebaliknya, bahan makanan sehat belum tentu lezat.

Menjadi masalah yang lebih sering kita jumpai adalah ketika akan menikmati makanan lezat tapi berpotensi merugikan kesehatan.

Sebut saja makanan yang lezat kerap dikaitkan dengan kandungan lemak yang tinggi.
Konsumsi makanan jenis ini tentu tak dianjurkan.

Baca juga: 4 Ciri-ciri Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Kegemaran makan enak malah bisa membuat hidup menjadi tidak enak.

Mengonsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi secara berlebihan bisa memicu kegemukan dan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Kolesterol tinggi sendiri bisa meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semakin banyak lemak jenuh yang dimakan, maka kian tinggi pula kadar kolesterol darah dalam tubuh, dan kian berisiko terkena penyakit jantung.

Jika di dalam menyusun menu makanan, kita mengurangi kadar lemak jenuh, maka kadar kolesterol tubuh akan turun dalam waktu 3-4 minggu.

Karena alasan ini, dalam merencanakan pola makan untuk mengurangi risiko arterosklerosis, siapa saja harus menyingkirkan makanan yang mengandung kadar lemak jenuh secara berlebihan.

Lemak jenuh banyak terdapat dalam minyak kelapa, keju keras, dan lemak hewani.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X