Kompas.com - 03/06/2020, 16:04 WIB
ilustrasi antioksidan shutterstockilustrasi antioksidan

KOMPAS.com - Sel di tubuh menghadapi ancaman setiap saat, mulai dari kekurangan nutrisi sampai infeksi virus dan bakteri.

Ancaman lain juga bisa datang dari radikal bebas. Dalam level yang sangat tinggi, radikal bebas bisa merusak sel, serta menjadi biang penyakit kronis seperti jantung dan kanker.

Antioksidan adalah molekul yang dapat melawan radikal bebas di dalam tubuh.

Baca juga: Mengenal Apa itu Probiotik dan Jenis-jenisnya

Berikut penjelasan apa itu antioksidan, manfaat antioksidan, dan perlukah mengonsumsi suplemen antioksidan.

Apa itu antioksidan?

Antioksidan adalah zat yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan sel akibat radikal bebas.

Melansir Healthline, tubuh memiliki zat pelindung antioksidan sendiri untuk menjaga agar radikal bebas tetap terkontrol.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Antioksidan: Arti dan Manfaat bagi Tubuh
Antioksidan disebut sebagai zat penting untuk membantu melawan radikal bebas. Berikut penjelasan apa itu antioksidan dan manfaatnya bagi tubuh.
Bagikan artikel ini melalui

Tak hanya itu, antioksidan juga bisa didapatkan dari asupan makanan yang mengandung vitamin C, vitamin E, beta-karoten, dan karoten lainnya.

Radikal bebas secara alami terbentuk terus-menerus di dalam tubuh.

Tanpa antioksidan, radikal bebas yang tak terkendali bisa menyebabkan kerusakan jaringan tubuh.

Baca juga: Apa itu Lemak Baik dan Lemak Jahat?

Kendari terlihat berbahaya, radikal bebas terkadang juga memainkan peran saat tubuh terserang infeksi.

Untuk itu, Anda perlu menjaga keseimbangan antioksidan dan radikal bebas.

Saat kadar radikal bebas lebih banyak dari antioksidan, tubuh bisa mengalami stres oksidatif.

Kondisi stres oksidatif berkepanjangan bisa merusak struktur DNA dan molekul penting di tubuh.

Faktor gaya hidup, stres, dan pengaruh lingkungan juga bisa menyebabkan pembentukan radikal bebas berlebihan dan memicu stres oksidatif. Di antaranya:

  • Polusi udara
  • Paparan asap rokok
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Kadar gula darah tinggi
  • Konsumsi makanan tinggi asam lemak tak jenuh ganda
  • Radiasi
  • Infeksi bakteri, jamur, dan virus
  • Terlalu banyak asupan zat besi, magnesium, tembaga, zinc, vitamin C, dan E
  • Kadar oksigen yang terlalu banyak atau sedikit

Stres oksidatif berkepanjangan bisa meningkatkan risiko penyakit berbahaya seperti jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker.

Baca juga: Jenis Vitamin yang Disarankan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Manfaat antioksidan

Seperti dilansir laman resmi Harvard T.H. Chan School of Public Health, antioksidan mulai dilirik publik sejak 1990an.

Kala itu, ilmuwan membeberkan, kerusakan sel akibat radikal bebas bisa menyumbat pembuluh darah arteri, memicu kanker, dan penyakit kronis lain.

Beberapa studi mengemukakan, orang yang jarang makan sayur dan buah kaya antioksidan lebih berisiko mengidap penyakit kronis.

Uji klinis pun jamak dikembangkan untuk menguji efek konsumsi asupan mengandung beta karoten dan vitamin E sebagai senjata melawan penyakit kronis.

Baca juga: Makanan yang Mengandung Vitamin C dan E

Sayangnya, klaim fungsi antioksidan ini jamak disalahgunakan produsen suplemen antioksidan untuk mengeruk keuntungan.

Padahal, belum ada studi membuktikan suplemen antioksidan yang jamak dijual dengan komposisi zat tunggal bermanfaat bagi kesehatan.

Pasalnya, antioksidan baru optimal memberikan manfaat saat dikombinasikan dengan nutrisi lain.

Untuk itu, Anda lebih disarankan mendapatkan sumber antioksidan dari sayuran, buah, dan bahan alami lain.

Contohnya, secangkir stroberi mengandung 80 miligram vitamin C, tergolong sebagai nutrisi tinggi antioksidan.

Baca juga: Hati-hati, Konsumsi Vitamin Dosis Tinggi Bisa Berbahaya bagi Tubuh

Selain vitamin C, buah stroberi ternyata juga mengandung zat gizi polifenol jenis proanthocyanin dan flavonoid.

Ketiga zat antioksidan ini saat dikombinasikan bisa menghasilkan zat ampuh melawan penyakit.

Perbedaan jumlah dan jenis antioksidan dalam makanan dibandingkan dalam suplemen juga bisa memengaruhi efeknya.

Misalnya, ada delapan jenis vitamin E dalam suatu makanan. Sedangkan dalam suplemen hanya memiliki satu jenis vitamin E.

Untuk itu, Anda lebih disarankan mendapatkan asupan antioksidan dari bahan alami seperti makanan, sayur, dan buah.

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Apakah Infeksi Menular Seksual Bisa Disembuhkan?

Health
Payudara Bengkak

Payudara Bengkak

Penyakit
7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

7 Manfaat Nangka untuk Kesehatan

Health
Punggung Panas

Punggung Panas

Penyakit
Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Tips Jalani Kehamilan Sehat untuk Penderita PCOS

Health
Gangguan Penyimpanan Lisosom

Gangguan Penyimpanan Lisosom

Penyakit
3 Pengaruh PCOS dalam Kehidupan Wanita

3 Pengaruh PCOS dalam Kehidupan Wanita

Health
Pusar Bau

Pusar Bau

Penyakit
4 Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3 yang Penting Diketahui

4 Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3 yang Penting Diketahui

Health
Kuku Kaki Bergelombang

Kuku Kaki Bergelombang

Penyakit
9 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi untuk Dihindari Saat Diet

9 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi untuk Dihindari Saat Diet

Health
Mengenal Apa Itu PCOS dan Gejalanya, Wanita Wajib Tahu

Mengenal Apa Itu PCOS dan Gejalanya, Wanita Wajib Tahu

Health
9 Jenis Asam Amino Esensial dan Fungsinya untuk Tubuh

9 Jenis Asam Amino Esensial dan Fungsinya untuk Tubuh

Health
Infeksi Virus

Infeksi Virus

Penyakit
8 Sayuran yang Mengandung Protein Tinggi

8 Sayuran yang Mengandung Protein Tinggi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.