Kompas.com - 01/07/2020, 18:01 WIB
Ilustrasi serangan jantung saat olahraga blanscapeIlustrasi serangan jantung saat olahraga

KOMPAS.com – Penyakit diabetes mellitus yang tidak terkontrol dengan baik dapat menimbulkan komplikasi akut (jangka pendek) dan komplikasi kronis (jangka panjang).

Maka dari itu, para penderita diabetes penting untuk selalu rutin memantau dan menjaga kadar gula darah agar tetap normal.

Ketika terlalu banyak gula menetap dalam darah untuk waktu yang lama, dapat memengaruhi pembuluh darah, saraf, mata, ginjal, dan termasuk sistem kardiovaskular (jantung).

Baca juga: Kenali Gejala Khusus Diabetes Tipe 1

Melansir Buku saku “Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Diabetes Mellitus” yang diterbitkan Kemenkes RI pada 2005, berikut ini penjelasan mengenai beberapa komplikasi diabetes yang sering terjadi dan harus diwaspadai:

1. Hipoglikemia (gula darah rendah)

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

4 Komplikasi Diabetes dan Cara Mencegahnya
Penyakit diabetes tak bisa dianggap sebelah mata. Simak penjelasan mengenai komplikasi berbahaya yang bisa ditimbulkan oleh penyakit ini.
Bagikan artikel ini melalui

Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah kadar normal.

Hipoglikemia termasuk komplikasi diabetes akut yang paling umum terjadi pada penderita diabetes.

Sindrom hipoglikemia dapat ditandai dengan beberapa gejala klinis pada penderita diabetes, sebagai berikut:

  • Merasa pusing
  • Lemas
  • Gemetar
  • Pandangan berkunang-kunang
  • Pitam (pandangan menjadi gelap)
  • Keluar keringat dingin
  • Detak jantung meningkat
  • Sampai hilang kesadaran

Baca juga: Kenali Gejala Khusus Diabetes Tipe 2

Apabila tidak segera ditolong dapat terjadi kerusakan otak dan akhirnya kematian.
Pada hipoglikemia, kadar glukosa plasma penderita kurang dari 50 mg/dl, meski ada juga orang yang sudah menunjukkan gejala hipoglikemia pada kadar glukosa plasma di atas 50 mg/dl.

Kadar glukosa darah yang terlalu rendah menyebabkan sel-sel otak tidak mendapat pasokan energi, sehingga tidak dapat berfungsi bahkan dapat rusak.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejang Demam

Kejang Demam

Penyakit
9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

Health
Lidah Terasa Terbakar

Lidah Terasa Terbakar

Penyakit
6 Makanan untuk Penderita Masuk Angin

6 Makanan untuk Penderita Masuk Angin

Health
Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Gejala Infeksi Menular Seksual pada Pria dan Wanita

Health
10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Faktor Risiko Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Bentuk Puting Tidak Normal

Bentuk Puting Tidak Normal

Penyakit
11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

11 Penyebab Radang Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Jari Tangan Kaku

Jari Tangan Kaku

Penyakit
Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Efek Samping Terlalu Banyak Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Hipotermia

Hipotermia

Penyakit
Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Ini Waktu Terbaik Minum Vitamin Sesuai Jenisnya

Health
Kaki Bengkak

Kaki Bengkak

Penyakit
7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Kanker Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Perut Terasa Panas

Perut Terasa Panas

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.