Kompas.com - 24/07/2020, 06:03 WIB

KOMPAS.com - Idealnya, istirahat malam bisa membuat Anda merasa segar dan bugar saat bangun tidur.

Namun, masalah kesehatan dan beragam kondisi bisa membuat Anda bangun tidur dengan badan pegal dan kaku.

Melansir Sleep Doctor, penyebab kenapa bangun tidur badan terasa pegal dan kaku adalah buruknya kualitas tidur.

Penggunaan tempat tidur yang tidak nyaman dan posisi tidur yang tidak pas bisa menurunkan kualitas tidur.

Baca juga: 10 Penyebab Kenapa Bangun Tidur Mulut Terasa Pahit

Selain itu, bangun tidur badan pegal dan kaku juga bisa disebabkan masalah peradangan.

Pakar nyeri dari Cleveland Clinic AS, George Girgis, DO. menjelaskan, bangun tidur badan pegal dan kaku di pagi hari umumnya lumrah.

Di siang hari saat tubuh banyak bergerak, cairan di dalam tubuh bisa mengalir. Saat tidur, cairan di dalam tubuh tidak bisa mengalir dan bisa memicu peradangan.

"Ketika tubuh bergerak, jaringan yang mengelilingi sendi akan mengeluarkan cairan pelumas. Cairan ini membuat tulang bisa bergerak tanpa ada gesekan," jelas dia.

Di luar masalah peradangan, beberapa penyebab bangun tidur badan terasa pegal dan kaku antara lain:

  • Infeksi virus
  • Penyakit tiroid
  • Kekurangan vitamin D
  • Rheumatoid arthritis

Jika tidak ada masalah kesehatan mendasar, bangun tidur badan terasa pegal dan kaku bisa dicegah dengan beberapa upaya sederhana.

Baca juga: Bangun Tidur Dada Terasa Sakit dan Sesak Tanda Penyakit Apa?

Berikut beberapa cara mengatasi bangun tidur badan pegal dan kaku:

1. Tingkatkan kenyamanan saat tidur

Ilustrasi kasurNine Ilustrasi kasur
Terkadang, susah tidur di malam hari bisa disebabkan rutinitas tidur yang keliru. Misalkan, pakai bantal terlalu tinggi atau posisi tidur yang tidak pas.

Coba lakukan penyesuaian bantal. Gunakan bantal dengan ketinggian pas sehingga tidak ada otot yang tertarik saat tidur.

Posisi tidur tengkurap dapat menyebabkan bangun tidur badan pegal dan sakit di pagi hari.

Baiknya, gunakan posisi tidur terlentang dengan bantal di bawah lutut untuk menjaga tulang belakang dalam kondisi netral.

Bisa juga memilih opsi tidur miring dengan bantal di antara kedua lutut.

Untuk meningkatkan kenyamanan tidur, bila perlu ganti kasur dengan jenis yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu empuk.

Kasur yang baik bisa menopang seluruh tubuh tanpa membuat pinggul tenggelam, bisa membuat lutut sampai bahu nyaman, dan dapat membuat punggung rileks.

Baca juga: Bangun Tidur Kepala Pusing sampai Berputar, Bisa Jadi ini Penyebabnya

2. Hindari makanan pemicu peradangan

Ilustrasi gorenganRahul D Silva Ilustrasi gorengan
Sejumlah makanan dapat menimbulkan peradangan seperti gorengan, makanan olahan, gula atau makanan manis, karbohidrat olahan, dan makanan cepat saji.

Pilih makanan yang aman untuk melindungi tubuh dari peradangan seperti pada diet mediterania.

Komposisinya bisa terdiri atas sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan makanan laut.

Jenis makanan tersebut kaya antioksidan dan membantu mengurangi peradangan.

Baca juga: 5 Penyebab Telapak Kaki Sakit Saat Bangun Tidur pada Pagi Hari

3. Olahraga ringan

Ilustrasi olahragaShutterstock Ilustrasi olahraga
Olahraga ringan yang tidak berlebihan bisa membantu mengatasi bangun tidur badan pegal dan kaku.

Olahraga bisa melumasi sendi untuk mencegah badan pegal dan kaku. Intensitasnya, cukup 30 menit setiap hari selama lima kali seminggu.

Pilih waktu yang tepat untuk berolahraga. Hindari olahraga sebelum tidur karena bisa menyebabkan insomnia dan badan pegal.

Olahraga juga bisa menjaga otot tetap lentur. Peradangan dapat terjadi ketika massa otot rusak.

Jenis olahraga untuk menjaga massa otot di antaranya yoga, angkat beban, dan squat di rumah.

Baca juga: 6 Penyebab Mata Bengkak saat Bangun Tidur

4. Penuhi kebutuhan vitamin D

Ilustrasi berjemur matahari, contoh perpindahan panas secara radiasiIngram Publishing Ilustrasi berjemur matahari, contoh perpindahan panas secara radiasi
Agar kinerja organ dalam tubuh tidak terganggu, Anda perlu mencukupi kebutuhan vitamin D.

Menurut Perhimpunan Reumatologi Indonesia, kebutuhan vitamin D harian yang Anda butuhkan tergantung dari usia dan faktor risiko.

Rata-rata kebutuhan vitamin D harian seseorang adalah 600 IU-800 IU.

Salah satu cara termudah untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan berjemur di bawah sinar matahari. Tak perlu berlebihan, cukup 10 menit sampai 15 menit per hari.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan asupan kaya vitamin D dari ikan, jamur, kuning telur, susu, jus jeruk, sampai sereal.

Baca juga: Tenggorokan Kering saat Bangun Tidur, Bisa Jadi ini Penyebabnya

5. Redakan stres

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Olahraga, yoga, dan pijat bisa membantu meredakan peradangan sekaligus stres.

Anda juga bisa menambahkan meditasi atau praktik berkesadaran (mindfulness) untuk meredakan ketegangan dan mencegah bangun tidur badan pegal dan kaku.

Praktik ini terbukti secara klinis bisa mengubah cara otak memproses rasa sakit. Seiring berjalannya waktu, intensitas nyeri dan rasa tak nyaman bisa berkurang.

Anda bisa mulai berlatih meditasi dengan waktu satu menit, lalu tingkatkan seiring konsentrasi yang mulai terlatih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Punya Gizi yang Tinggi, Amankah Makan Telur Setiap Hari?

Punya Gizi yang Tinggi, Amankah Makan Telur Setiap Hari?

Health
Dinilai Picu Kolesterol, Ini 4 Keunggulan Jeroan

Dinilai Picu Kolesterol, Ini 4 Keunggulan Jeroan

Health
6 Cara Alami Mengatasi Ambeien

6 Cara Alami Mengatasi Ambeien

Health
5 Cara Mengobati Tipes pada Anak, Orangtua Perlu Tahu

5 Cara Mengobati Tipes pada Anak, Orangtua Perlu Tahu

Health
4 Jenis Makanan untuk Turunkan Risiko Kanker Payudara

4 Jenis Makanan untuk Turunkan Risiko Kanker Payudara

Health
4 Media Penularan Kurap yang Perlu Diwaspadai

4 Media Penularan Kurap yang Perlu Diwaspadai

Health
Cara Mengatasi Infeksi Gigi Bungsu

Cara Mengatasi Infeksi Gigi Bungsu

Health
8 Kebiasaan yang Menyebabkan Kolesterol Tinggi

8 Kebiasaan yang Menyebabkan Kolesterol Tinggi

Health
Dapatkah Tertular HIV karena Seks Oral?

Dapatkah Tertular HIV karena Seks Oral?

Health
Penyebab dan Cara Merawat Ruam Popok pada Bayi

Penyebab dan Cara Merawat Ruam Popok pada Bayi

Health
Apa Itu Kolesterol?

Apa Itu Kolesterol?

Health
5 Cara Alami Mengatasi Batu Empedu

5 Cara Alami Mengatasi Batu Empedu

Health
Depresi pada Anak: Penyebab hingga Cara Pencegahannya

Depresi pada Anak: Penyebab hingga Cara Pencegahannya

Health
Amankah Skincare Mengandung Retinol Digunakan Ibu Hamil?

Amankah Skincare Mengandung Retinol Digunakan Ibu Hamil?

Health
9 Fakta Bagaimana Stres Mempengaruhi Kesehatan Anda

9 Fakta Bagaimana Stres Mempengaruhi Kesehatan Anda

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.