Jangan Anggap Sepele, Sering Lupa Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan

Kompas.com - 25/07/2020, 15:03 WIB
Ilustrasi lupa shutterstockIlustrasi lupa

KOMPAS.com - Sering lupa atau hilang ingatan tentang apa yang kita dengar, lihat, atau lakukan adalah hal yang normal.

Hal tersebut juga bisa menjadi bagian normal dari penuaan. Di sisi lain, sering lupa juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius, seperti demensia, cedera otak, atau gangguan kesehatan mental.

Memori jangka pendek berfungsi untuk menyimpan sejumlah informasi kecil yang baru saja diambil. 

Baca juga: Waspada, 5 Makanan Ini Bisa Memicu Penurunan Testosteron

Memori jangka pendek yang tidak bisa berfungsi optimal bisa membuat kita rentan lupa atau mengalami hilang ingatan.

Ciri-ciri orang yang memiliki gangguan memori jangka pendek antara lain:

  • sering menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali
  • sering lupa di mana meletakan sesuatu
  • sering melupakan sesuatu yang baru dilihat, didengar, atau dilakukan.

Gangguan memori jangka pendek ini juga bisa membuat penderitanya tidak bisa merawat diri sendiri dan melakukan aktivitas harian dengan maksimal.

Penyebab

Ada beberapa hal yang membuat memori janka pendek tidak berfungsi optimal, berikut penyebabnya:

  • penuaan
  • demensia
  • tumor otak
  • penggumpalan darah atau pendarahan di otak
  • cedera kepala
  • gangguan kesehatan mental, seperti depresi atau kecemasan
  • gangguan penggunaan narkoba
  • tekanan emosional
  • penyakit atau kondisi yang merusak jaringan otak, seperti penyakit Parkinson atau penyakit Huntington
  • kurang vitamin atau mineral tertentu
  • kurang tidur
  • konsumsi obat-obatan tertentu, termasuk statin, obat cemas, dan obat anti kejang
  • gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Gangguan memori jangka pendek bisa saja menyebabkan hilangnya memori jangka panjang.

Biasanya, hal ini disebabkan penyakit tertentu seperti demensia, alzheimer, parkinson, atau huntington.

Cara mengatasi

Perawatan untuk kehilangan memori jangka pendek tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, metode perawatan yang digunakan bisa berupa berikut:

  • operasi, kemoterapi, atau radiasi untuk tumor otak
  • obat untuk mengatasi pembekuan darah
  • pembedahan untuk mengobati pendarahan di otak
  • terapi kognitif untuk kondisi seperti cedera kepala
  • terapi atau pengobatan untuk kondisi kesehatan mental
  • konsumsi suplemen nutrisi.

Baca juga: Waspadai, Ini 7 Tanda Tersembunyi Penderita Depresi

Sayangnya, belum ada obat khusus yang efektif untuk mengatasi hilangnya ingatan jangka pendek karena demensia.

Obat yang tersedia hanya membantu memperlambat dan meringankan gejala.

Hilangnya ingatan jangka pendek ini juga bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup, seperti:

  • tidur nyenyak
  • berolahraga secara teratur
  • konsumsi makanan sehat, termasuk banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan daging tanpa lemak
  • mengerjakan teka-teki dan kegiatan lain yang menantang otak
  • membuat daftar tugas dan jadwal untuk membantu kita mengingat apa yang harus dilakukan.


Sumber Healthline
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X