Beda Sesak Napas Akibat Penyakit Jantung dan Gangguan Paru

Kompas.com - 03/08/2020, 09:00 WIB
ilustrasi sesak napas shutterstock/Twinsterphotoilustrasi sesak napas

Berikut perbedaan yang bisa dikenali:

1. Perhatikan posisi badan

Melansir Buku Respirologi (Respiratory Medicine) (2007) oleh Dr. R. Darmanto Djojodibroto, Sp.P, FCCP, dalam mengevaluasi kejadian sesak napas, perlu diperhatikan keadaan ketika dyspnea terjadi.

Dyspnea dapat terjadi pada perubahan posisi tubuh.

Dyspnea yang terjadi pada posisi tubuh berbaring disebut ortopneu, biasanya disebabkan karena penyakit jantung (gagal jantung).

Sedangkan, platipneu adalah kebalikan dari ortopneu, yakni sesak napas yang terjadi pada posisi tegak dan akan membaik jika penderita dalam posisi barbering.

Baca juga: 8 Makanan Penurun Kolesterol untuk Cegah Penyakit Jantung Koroner

Platipneu lebih sering terjadi pada abnormalitas vaskularisasi paru, seperti pada penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Meski demikain, ortopneu juga dapat terjadi pada penyakit paru tahap lanjut dan paralisis diafragma bilateral.

Sesak napas yang disebabkan oleh PPOK maupun penyakit paru tahap lanjut kiranya perlu mendapatkan perhatian serupa penyakit jantung karena bisa juga menyancam nyawa. 

2. Lihat waktu kejadiannya

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X