Kompas.com - 02/08/2020, 18:05 WIB

KOMPAS.com - Ibu menyusui selalu punya banyak tantangan tersendiri. Banyak ibu yang mengeluhkan produksi air susu yang terlalu sedikit atau macet.

Namun, tak jarang pula ibu menyusui mengalami produksi ASI berlebih. Bahkan produksi ASI melebihi kebutuhan bayi.

Baca juga: Gejala Mastitis, Infeksi Payudara yang Kerap Dialami Ibu Menyusui

Kondisi produksi ASI berlebih ini dikenal juga dengan istilah sindrom hiperlaktasi.

Sekilas mungkin produksi ASI yang banyak ini terlihat seperti anugerah. Padahal, kondisi ini juga dapat menjadi tantangan yang cukup berat bagi ibu dan bayi pada proses menyusui.

Masalahnya bukan terletak pada pemenuhan ASI bagi si buah hati, tapi pada proses menyusui itu sendiri.

Tak jarang kondisi hiperlaktasi membuat si kecil tersedak saat menyusu. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyakitkan bagi sang ibu karena pengeluaran ASI tidak sempurna.

Lebih jauh lagi, ASI berlebih bisa menyebabkan infeksi payudara atau mastitis dan abses payudara.

Gejala hiperlaktasi

Beberapa gejala yang bisa menjadi tanda hiperlaktasi di antaranya:

Pada ibu

  • Payudara terasa sangat penuh atau keras hampir sepanjang waktu
  • Payudara sakit dan ASI menetes
  • Anda mungkin memiliki puting yang sakit
  • Anda mungkin sering mengalami pembengkakan dan saluran yang terhubung, yang dapat menyebabkan mastitis

Pada bayi

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.