Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Jus Buah Segar Minuman yang Menyehatkan?

Kompas.com - 15/08/2020, 16:34 WIB
Resa Eka Ayu Sartika

Penulis

Sumber WebMD, BBC

KOMPAS.com - Saat memilih minuman untuk menemani santap siang Anda, rasanya jus buah akan terasa menyegarkan sekaligus menyehatkan.

Ya, jus buah segar sering kali dianggap minuman yang paling sehat. Tak jarang minuman ini masuk dalam menu banyak jenis diet.

Bahkan, jus buah segar sering diklaim bisa membantu menurunkan berat badan, memulihkan keadaan tubuh, hingga detoksifikasi.

Baca juga: 6 Tips Aman Mengonsumsi Jus untuk Penderita Diabetes

Namun, apakah jus buah segar benar-benar sehat seperti yang kita pikirkan selama ini?

Jus buah sering kali dianggap tidak berbahaya karena kandungan gulanya adalah fruktosa.

Dalam hal ini, buah memang mengandung fruktosa tapi gula tersebut terkandung dalam sel buah yang ada pada serat buah utuh.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Artinya, butuh sistem pencernaan kita sebentar untuk memecah sel-sel ini dan agar fruktosa memasuki aliran darah. Sedangkan untuk jus buah tidak demikian.

"Jus buah memiliki sebagian besar serat yang dihilangkan," ungkap Emma Elvin, penasihat klinis senior lembaga diabetes di Inggris dikutip dari BBC Future.

Itu mengapa fruktosa dalam jus buah dihitung sebagai "gula bebas" seperti madu dan gula yag ditambahkan pada makanan.

Baca juga: Kisah Cucu, Istri yang Tertinggal Mobil di "Rest Area" Batang Saat Mudik Lebaran

Merujuk pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas tambahan gula pada orang dewasa hanya 30 gram. Ini setara dengan 150 ml jus buah per hari.

Dapat sebabkan diabetes tipe 2

Selain itu, dengan serat yang dihilangkan, fruktosa jus buah diserap lebih cepat.

Lonjakan gula darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan pankreas melepaskan insulin untuk menstabilkannya.

Seiring waktu, mekanisme ini bisa saja aus dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Pada 2013, para peneliti menganalisis data kesehatan dari 100.000 orang yang dikumpulkan antara 1986 dan 2009. Hasilnya, mereka menemukan bahwa konsumsi jus buah dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Baca juga: Minum Jus atau Infused Water, Mana yang Lebih Baik?

Mereka menyimpulkan hal ini terjadi karena cairan melewati lambung ke usus lebih cepat dari padatan.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau