Kompas.com - 02/09/2020, 07:40 WIB
Ilustrasi media sosial shutterstockIlustrasi media sosial

KOMPAS.com - Sejak pandemi Covid-19 melanda, kita harus mengurangi aktivitas di luar rumah.

Bagi banyak orang, hal ini tentu sangat menjemukan karena aktivitas kita menjadi terbatas dan tidak bisa sebebas seperti saat pandemi belum melanda.

Nampaknya, kondisi ini membuat fenomena doomscrolling semakin meningkat.

Doomscrolling adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan kecenderungan untuk terus-menerus menelusuri media sosial, terutama perihal berita negatif.

Psikiater dari NYU Langone Health New York juga berpendapat yang sama. Menurutnya, banyak orang melakukan doomscrolling sejak pandemi virus corona melanda dunia.

"Pandemi ini telah memunculkan kebiasaan buruk banyak orang,salah satunya mengakses berita negatif terus-menerus," ucap dia.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Pandemi Covid-19 Tingkatkan "Doomscrolling", Ini Efek Negatifnya
Pandemi Covid-19 membuat banyak orang melakukan doomscrolling. Apa itu doomscrolling dan bagaimana efeknya untuk kesehatan?
Bagikan artikel ini melalui

Baca juga: Stres: Efek, Jenis hingga Cara Mengatasinya

Mengapa banyak orang melakukan hal ini?

Menurut psikolog klinis dari Cleveland Clinic, Susan Albers, banyak orang melakukan doomscrolling karena kebutuhan mereka untuk mendapatkan informasi yang dapat mengonfirmasi perasaan mereka.

"Saat berada dalam suasana hati yang buruk, kita merasa btuuh informasi untuk mengonfirmasi perasaan. Membaca berita negatif akan menegaskan kembali perasaan kita," ucap Albers.

Meski demikian, terus-menerus mengakses berita negatif akan menjadi kebiasaan yang tidak berguna. Sayangnya, banyak orang yang tak sadar ketika melakukannya.

"Kondisi ini bisa juga menjadi kebiasaan tak sadar ketika orang merasa bosan atau memiliki banyak waktu luang," tambah Albers.

Di sisi lain, doomscrolling juga bisa menjadi efek dari adanya gangguan obsesif kompulsif atau OCD.

Gangguan tersebut membuat otak terus memikirkan topik serupa yang memicu kebiasaan doomscrolling.

"Penderita OCD melakukan doomscrolling bukan karena mencari berita tetapi untukmengurangi kecemasan," ucap Albers.

Efek samping doomscrolling

Doomscrolling bisa memperkuat pikiran dan pola pikir negatif, yang dapat berefek buruk pada kesehatan mental.

Banyak riset membuktikan paparan berita negatif yang tinggi bisa menciptakan ketakutan, stres, kecemasan, dan kesedihan yang lebih besar.

Kabar buruknya lagi, doomscrolling juga bisa menarik hal negatif dengan cepat dan memicu serangan panik.

Aktivitas ini juga bisa berdampak buruk pada pola tidur karena pikiran yang selalu dihantui rasa cemas.

Pada tingkat biologis, omscrolling hanya akan meningkatkan kortisol pada tubuh.

Seiring waktu, otak dan tubuh akan menjadi lelah serta mengalami berbagai gangguan fisik dan mental.

Baca juga: Cara Atasi Kecemasan saat PMS, Wanita Wajib Tahu

Cara mengatasi

Untuk mengatasi hal ini, kita perlu membuat batasan dalam mengakses media sosial.

Psikiater dari Dalhousie University, Patricia Celan, menyarankan kita untuk mengatur waktu setiap kali kita mulai memuuskan untuk mengakses media sosial.

"Kita bisa mencoba untuk memberi jeda sebanyak lima hingga 15 menit saat mulai mengakses media sosial. Dengan cara ini, kita bisa mendapat informasi tanpa harus merasa cemas berlebihan," ucap Celan.

Celan juga menyarankan kita untuk membatasi penggunaan sosial media dengan tidak menyalakan notifikasi pemberitahuaan pada ponsel.

Selain itu, kita juga harus lebih peka terhadap kondisi tubuh kita. Saat kita mulai merasa gelisah, cemas atau stres, itu adalah pertanda bahwa sudah saatnya kita untuk rehat sejenak.

Jika doomscrolling terjadi karena gangguan OCD, kita bisa mengatasinya dengan terapi khusus yang dibantu oleh ahli kesehatan mental.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.