Kompas.com - 01/10/2020, 06:00 WIB
ilustrasi batu ginjal shutterstock/Lightspringilustrasi batu ginjal

Kondisi ini juga dapat dikaitkan dengan obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati migrain atau kejang, seperti topiramate (Topamax, Trokendi XR, Qudexy XR).

2. Batu struvit

Batu struvit terbentuk sebagai respons terhadap infeksi saluran kemih.

Batu-batu ini dapat tumbuh dengan cepat dan menjadi cukup besar, terkadang dengan sedikit gejala atau sedikit peringatan.

3. Batu asam urat

Batu asam urat dapat terbentuk pada orang yang kehilangan terlalu banyak cairan karena diare kronis atau malabsorpsi.

Selain itu, batu ginja ini juga mungkin terjadi pada mereka yang makan makanan berprotein tinggi, dan yang menderita diabetes atau sindrom metabolik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Faktor genetik tertentu juga dapat meningkatkan risiko batu asam urat.

Baca juga: 4 Tahapan Gejala Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

4. Batu sistin

Batu sistin terbentuk pada orang dengan kelainan keturunan yang disebut cystinuria yang menyebabkan ginjal mengeluarkan terlalu banyak asam amino tertentu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X