Kompas.com - 04/10/2020, 09:09 WIB
Ilustrasi siklus menstruasi ShutterstockIlustrasi siklus menstruasi

KOMPAS.com - Wanita yang sudah puber akan mengalami menstruasi atau haid setiap bulan.

Melansir NHS, lamanya siklus haid wanita bisa berbeda-beda. Namun, siklus menstruasi umumnya terjadi setiap 28 hari.

Siklus menstruasi masih dianggap normal apabila jarak antarperiode haid berkisar antara 21 hari sampai 40 hari.

Jika kurang dari 21 hari, wanita bisa dikatakan memiliki siklus menstruasi pendek. Kondisi ini membuat wanita mengalami menstruasi lebih dari sekali dalam sebulan.

Baca juga: Fakta Seputar Siklus Menstruasi Wanita

Siklus menstruasi pendek yang normal

Dilansir dari Medical News Today, ada beberapa kelompok wanita yang cenderung merasakan siklus menstruasi pendek.

Siklus menstruasi pendek umumnya dialami remaja yang baru datang bulan.

Pasalnya, remaja masih mengalami perubahan hormon drastis selama masa pubertas.

Menurut penelitian, selang haid pertama, wanita butuh waktu setidaknya enam tahun untuk mendapatkan pola siklus menstruasi yang lebih teratur.

Baca juga: 10 Penyebab Haid Terlambat Selain Hamil

Setelah melewati masa remaja, siklus menstruasi pendek pada wanita berusia 20 tahunan atau 30 tahunan masih dikatakan normal apabila hanya terjadi sesekali.

Selain itu, wanita yang akan mengalami menopause juga bisa mengalami menstruasi lebih dari dua kali dalam sebulan, lebih jarang menstruasi, atau telat haid.

Seperti pada remaja yang baru haid, wanita yang akan memasuki masa menopause juga mengalami perubahan hormon secara drastis. Perubahan ini bisa terjadi selama beberapa tahun.

Di luar kondisi tersebut, siklus menstruasi pendek perlu mendapat perhatian ekstra.

Baca juga: Haid Pertama pada Remaja, Apa Saja yang Normal dan Tidak?

Siklus menstruasi pendek yang perlu diwaspadai

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Wanita yang mengalami menstruasi lebih dari dua kali dalam sebulan dan memiliki haid yang sakit atau berat sampai tiga bulan berturut-turut perlu berkonsultasi ke dokter.

Haid umumnya juga tidak normal apabila wanita mengalami pendarahan hebat dengan gejala munculnya gumpalan darah yang ukurannya seperempat bagian pembalut.

Menstruasi juga dikatakan tidak normal apabila pendarahan wanita sampai memerlukan ganti pembalut setiap jam karena tampungan darah sudah penuh.

Tak hanya siklus menstruasi pendek dan pendarahan tidak normal, wanita juga perlu berkonsultasi ke dokter apabila merasakan gejala:

  • Sangat lemas sepanjang haid
  • Nyeri atau pendarahan saat berhubungan seks
  • Nyeri panggul
  • Sesak napas
  • Berat badan naik atau turun secara drastis

Baca juga: Minum Soda Dapat Mempercepat Haid yang Terlambat, Mitos atau Fakta?

Siklus menstruasi pendek dan pendarahan tak normal dapat menyebabkan anemia atau darah rendah.

Selain itu, masalah kesehatan reproduksi wanita ini juga bisa jadi gejala suatu penyakit seperti endometriosis, masalah tiroid, atau fibroid uterus.

Jangan sepelekan masalah kesehatan reproduksi wanita ini. Para wanita ada baiknya melakukan pemeriksaan panggul secara berkala.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X