Kompas.com - 06/10/2020, 13:32 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Haid adalah peristiwa alami yang terjadi pada wanita dalam masa aktif reproduksi mulai dari usia remaja hingga menopause.

Menstruasi dapat terjadi akibat perubahan fisiologis pada organ reproduksi yang dipengaruhi oleh berbagai hormon, seperti estrogen dan progesterone.

Melansir Buku Papa Mama Siap Hamil (2019) oleh dr. Ivander Utama, Sp.OG, lamanya siklus haid wanita bisa berbeda-beda.

Baca juga: Berapa Lama Telat Haid yang Normal?

Namun, siklus menstruasi wanita normalnya adalah berkisar 21-35 hari, terhitung sejak hari pertama menstruasi (timbul flek) hingga 1 hari sebelum haid berikutnya.

Jika siklus haid Anda lebih pendek, lebih panjang, atau bahkan tidak teratur, bisa jadi Anda mengidap polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindroma ovarium polikistik.

Kondisi ini patut diwaspadai karena salah satunya bisa menyebabkan infertilitas dari pihak wanita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir Buku 100+ Hal Penting yang Wajib Diketahui Bumil (2014) oleh dr. Dian Indah Purnama, Sp.OG, salah satu penyebab infertilitas pada pihak perempuan adalah gangguan ovulasi (pelepasan sel telur).

Sementara, penyebab terbanyak gangguan ovulasi adalah PCOS.

PCOS adalah suatu kondisi di mana terjadi gangguan pematangan folikel.

Folikel merupakan kantung cairan yang berisi oosit matang untuk membentuk sebuah sel telur.

Folikel juga memiliki fungsi untuk menghasilkan hormon estrogen yang tidak lain diperlukan untuk perkembangan sel telur.

Gangguan pematangan ini pada umumnya bersifat kronis atau berlangsung dalam jangka waktu lama, sehingga pada USG ditemukan gambaran indung telur yang dipenuhi dengan folikel-folikel kecil di tepiannya.

Baca juga: 8 Jenis Pemeriksaan Kesehatan yang Perlu Dilakukan Sebelum Menikah

Gejala PCOS pada umumnya adalah:

  • Siklus haid yang tidak teratur atau jarang haid
  • Disertai tanda-tanda kelebihan hormon androgen (hormon pria), seperti tumbuh rambut di bagian tubuh yang tidak wajar pada perempuan, misalya wajah, dada, perut, dan punggung
  • Mengalami jerawa yang cukup parah pada wajah, punggung, ataupun bagian tubuh lainnya

PCOS ini pada umumnya ditemukan pada pasien yang gemuk, meski tidak menutup kemungkinan pasien yang langsing atau kurus juga bisa mengalaminya.

Salah satu teori mengungkap penyebab PCOS adalah gangguan metabolisme hormon insulin, yakni hormon yang mengatur penggunaan gula garah oleh sel-sel tubuh.

Baca juga: Penyebab Sakit Perut Saat Haid dan Cara Mengatasinya

Cara memastikan kondis PCOS

Untuk memastikan kondisi PCOS, wanita yang mengalami haid tidak teratur, terutama jarang haid bisa meminta bantuan dokter.

Dokter spesialis kandungan bisa melakukan pemeriksaan USG (utamanya USG transvaginal atau transrektal) dan pemeriksaan profil hormon serta kadar gula darah puasa dan hormon insulin bila diperlukan.

Pemeriksaan ini kiranya baik ditempuh terutama oleh wanita yang mendambakan momongan untuk mengantisipasi infertilitas.

Karena folikel tidak mengalami pematangan, penderita PCOS tentunya tidak akan mengalami ovulasi atau pelepasan sel telur dari folikel matang.

Sedangkan, tanpa adanya pelepasan sel telur, pembuahan dan kehamilan tidak bakal terjadi.

Namun, pada beberapa kasus yang jarang terjadi, penderita PCOS sesekali bisa mengalami pematangan folikel dan ovulasi, sehingga memungkinkan untuk terjadinya pembuahan dan kehamilan.

Meski demikian, PCOS pada dasarnya patut diwaspadadi oleh setiap wanita.

Pasalnya, PCOS bukan hanya bisa mengakibatkan sulit hamil dan gangguan siklus menstruasi, tapi juga rentan mengakibatkan beragam penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung, stroke, dan hipertensi.

Baca juga: 5 Faktor Penyebab Sulit Hamil

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
Prolaktinoma

Prolaktinoma

Penyakit
Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Berapa Lama Normalnya Wanita Mengalami Menstruasi?

Health
Penis Bengkok

Penis Bengkok

Penyakit
Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Tentang Covid-19 varian Omicorn yang Harus Kamu Tahu

Health
Labirinitis

Labirinitis

Penyakit
15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
Bipolar

Bipolar

Penyakit
11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

11 Penyebab Bulu Mata Memutih, Bukan Hanya Penuaan

Health
Penyakit Graves

Penyakit Graves

Penyakit
12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

12 Penyebab Pembekuan Darah di Otak

Health
Trypophobia

Trypophobia

Penyakit
4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

4 Pantangan Makanan untuk Penderita Penyakit Prostat

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.