Kompas.com - 07/10/2020, 18:03 WIB

Kontak fisik dan berbagi pakaian atau alas tidur dengan orang yang terinfeksi dapat menyebarkan tungau.

Hewan dan manusia bisa terpengaruh oleh spesies tungau yang berbeda.

Setiap spesies lebih menyukai satu jenis inang tertentu dan tidak hidup lama jauh dari inang pilihan tersebut.

Artinya, manusia mungkin hanya mengalami reaksi kulit sementara dari kontak dengan tungau kudis hewan.

Tetapi, kebanyakan orang pada umumnya tidak dapat mengembangkan kudis dari tungai ini.

Baca juga: 9 Cara Menghilangkan Varises Secara Alami

Komplikasi scabies

Luka gores akibat garukan gatal yang kuat dapat merusak kulit dan memungkinkan infeksi bakteri sekunder, seperti impetigo.

Impetigo adalah infeksi kulit superfisial yang paling sering disebabkan oleh bakteri Staph (Stafilokokus) atau kadang-kadang oleh bakteri Strep (Streptokokus).

Sementara, bentuk scabies yang lebih parah disebut sebagai scabies berkrusta.

Scabies ini dapat memengaruhi kelompok berisiko tinggi tertentu, termasuk:

  • Orang dengan kondisi kesehatan kronis yang melemahkan sistem kekebalan, seperti HIV atau leukemia kronis
  • Orang yang sakit parah, seperti orang di rumah sakit atau fasilitas perawatan
  • Orang tua di panti jompo

Scabies berkrusta ini juga dikenal sebagai scabies Norwegia.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.