Kompas.com - 09/10/2020, 07:41 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Berat badan bayi adalah salah satu indikator utama tanda kesehatan bayi yang baik.

Ini mengapa terkadang kenaikan berat badan bayi membuat sebagian orang tua khawatir bahkan merasa stres.

Apalagi jika bayi yang masih hanya mengonsumsi ASI atau ASI eksklusif memiliki kenaikan berat badan yang seret.

Baca juga: 5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

Ya, beberapa bayi ASI mengalami kenaikan berat badan seret atau tidak sesuai dengan angka yang direkomendasikan.

Setiap bayi memang memiliki kecepatan tumbuhnya masing-masing. Tapi, biasanya berat badan bayi cenderung mengikuti pola yang cukup konsisten.

Hal ini tentu dengan catatan bahwa bayi menyusu dengan baik dan sering.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, masih ada banyak faktor yang membuat berat badan bayi seret.

Melansir dari Stanford Childrens, terkadang bayi yang sangat sehat bertambah berat badannya secara perlahan karena memang pola pertumbuhannya yang unik.

Namun, dalam kasus lain, mungkin ada masalah lain yang membuat pertambahan berat badan bayi lambat.

Artinya, Anda tidak perlu buru-buru panik jika bayi Anda mengalami kenaikan berat badan yang lambat. Bisa jadi, hal ini karena pertumbuhan lambat yang alami.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X