Kompas.com - 16/10/2020, 09:07 WIB
Ilustrasi sakit perut. ShutterstockIlustrasi sakit perut.

Scheman menambahkan, beberapa neurotransmiter yang bertanggung jawab atas emosi kita, seperti serotonin, juga diproduksi di usus.

Hal ini juga menjadi faktor emosi manusia berkaitan dengan kondisi pencernaan.

Stres juga dapat melepaskan agen pro-inflamasi, yang dapat meningkatkan peradangan di usus dan bagian tubuh lainnya.

Kondisi ini dapat memengaruhi sistem kekebalan, serta kemampuan usus untuk berfungsi dengan baik.

Bahkan, peradangan tersebut juga dapat memperlambat atau mempercepat motilitas usus, pergerakan otot-otot di saluran pencernaan.

Misalnya, stres dapat memicu reaksi "fight or flight" di sistem saraf pusat.

Hal ini membuat hormon dan neurotransmiter meningkat dan sistem saraf enterik merespons dengan memperlambat atau menghentikan pencernaan untuk menyimpan energi untuk menangkal bahaya.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Emosi Negatif Memperburuk Sindrom Iritasi Usus Besar, Begini Solusinya
Sindrom iritasi usus besar bisa memicu emosi negatif. Sebaliknya, emosi negatif juga bisa memperburuk sindrom iritasi usus besar. Bagaimana solusinya?
Bagikan artikel ini melalui

Padahal, pencernaan yang lambat dapat menyebabkan sakit perut atau masalah pencernaan lainnya.

Di sisi lain, Scheman menambahkan, motilitas atau gerakan usus yang lebih cepat dapat menyebabkan masalah seperti diare.

Baca juga: 4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Penderita Depresi

Cara mengatasi

Karena otak dan pencernaan saling terkait, yang perlu kita lakukan adalah mengatasi IBS dan mengontrol emosi kita.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kelelahan
Kelelahan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

6 Manfaat Rumput Laut bagi Kesehatan

Health
Rhinofaringitis

Rhinofaringitis

Penyakit
Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Awas! Obesitas Mengintai Para Mantan Atlet

Health
Bibir Bengkak

Bibir Bengkak

Penyakit
Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Memahami Apa Itu Long Covid dan Bagaimana Mengatasinya?

Health
Kulit Bersisik

Kulit Bersisik

Penyakit
4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Tumor Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

Health
Lesi Kulit

Lesi Kulit

Penyakit
Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Health
Badan Lemas

Badan Lemas

Penyakit
Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Health
Pinggiran Lidah Bergelombang

Pinggiran Lidah Bergelombang

Penyakit
3 Cara Mengobati Kencing Batu

3 Cara Mengobati Kencing Batu

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.