Kompas.com - 16/10/2020, 09:07 WIB
Ilustrasi sakit perut. ShutterstockIlustrasi sakit perut.

KOMPAS.com - Mengalami sindron iritasi usus besar atau Irritable Bowel Syndrome (IBS) memang sangat menganggu aktivitas harian kita.

Kita seringkali dihantui dengan nyeri perut, gas, diare, atau sembelit ketika menjalani hari-hari.

Itu sebabnya, tak sedikit penderita IBS yang juga diliputi oleh cemas, depresi, kesal, atau sekadar marah.

Semua emosi negatif tersebut tentu akan membuat gejala IBS semakin memburuk.

Baca juga: Penting untuk Kesehatan Mental, Berikut 4 Cara Meningkatkan Serotonin

Kaitan emosi dan pencernaan

Spesialis kesehatan pencernaan dari Cleveland Clinic, Judith Scheman mengatakan, mengontrol emosi bisa membantu meredakan gejala IBS.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Emosi Negatif Memperburuk Sindrom Iritasi Usus Besar, Begini Solusinya
Sindrom iritasi usus besar bisa memicu emosi negatif. Sebaliknya, emosi negatif juga bisa memperburuk sindrom iritasi usus besar. Bagaimana solusinya?
Bagikan artikel ini melalui

Otak dan sumsum tulang belakang membentuk sistem saraf pusat tubuh.

Sel saraf dan neurotransmiter, yang merupakan bahan kimia pengirim sinyal dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya, berjalan dari otak melalui tubuh.

Sinyal-sinyal tersebut juga ada melewati saluran pencernaan, yang disebut sistem saraf enterik.

"Otak dan pencernaan saling terhubung melalui sistem saraf ini," ucap dia.

Itu sebabnya, tekanan emosional atau emosi negatif juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan sebaliknya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kelelahan
Kelelahan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Health
Penurunan Kesadaran

Penurunan Kesadaran

Penyakit
Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Health
Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.