Kompas.com - 19/10/2020, 13:31 WIB
Ilustrasi sakit perut shutterstockIlustrasi sakit perut

KOMPAS.com – Batu empedu adalah endapan cairan pencernaan yang mengeras yang terbentuk di kantong empedu.

Kantung empedu sendiri adalah organ kecil berbentuk seperti buah pir di sisi kanan perut, tepat di bawah hati.

Kantung empedu menampung cairan pencernaan yang disebut empedu yang dilepaskan ke usus kecil.

Baca juga: 8 Gejala Usus Buntu dan Cara Membedakan dengan Penyakit Lain

Melansir Mayo Clinic, batu empedu bisa terbentuk dengan beragam ukuran, mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar bola golf.

Beberapa orang mungkin saja bisa mengembangkan hanya satu batu empedu, tapi yang lain dapat mengembangkan banyak batu empedu pada saat yang bersamaan.

Orang yang mengalami gejala dari batu empedu biasanya memerlukan operasi pengangkatan kandung empedu.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

5 Gejala Batu Empedu yang Perlu Diwaspadai
Kenali beragam gejala batu empedu yang perlu diwaspadi sebagai bagian dari langkah awal pencegahan penyakit berbahaya ini.
Bagikan artikel ini melalui

Sedangkan, batu empedu yang tidak menimbulkan tanda dan gejala apa pun biasanya tidak memerlukan perawatan.

Gejala batu empedu

Melansir Cleveland Clinic, gejala batu empedu dapat bervariasi pada masing-masing pendritanya, terutama tergantung pada ukuran batu empedu yang terbentuk.

Jika batu empedu yang muncul kecil dan tidak menyebabkan sumbatan, penderitanya kemungkinan tak akan merasakan gejala batu empedu dan tidak memerlukan pengobatan.

Baca juga: 6 Makanan Penyebab Batu Ginjal yang Harus Diwaspadai

Sementara, apabila batu empedu menyebabkan gejala, beberapa kondisi ini mungkin termasuk:

  1. Nyeri di perut bagian tengah atas atau perut kanan atas
  2. Nyeri terkait di bahu kanan
  3. Nyeri dada
  4. Mual dan muntah
  5. Penyakit kuning (warna kuning pada kulit dan mata)

Nyeri adalah gejala utama yang dialami kebanyakan orang dengan batu empedu.

Nyeri ini stabil dan dapat berlangsung dari sekitar 15 menit hingga beberapa jam.

Sementara, episode gejala batu empedu yang bisa parah biasanya baru mereda setelah satu sampai tiga jam atau lebih.

Meski tidak nyaman, orang yang mengalami serangan menyakitkan ini biasanya tidak berada dalam bahaya medis apa pun.

Namun, kondisi ini tak boleh dibiarkan begitu saja.

Baca juga: 10 Penyebab Sakit Perut yang Perlu Diwaspadai dan Cara Mengatasinya

Pasalnya, batu empedu jika tidak ditangani dapat menyebabkan kolesistitis akut, yakni kondisi lebih serius karena kandung empedu benar-benar meradang.

Kondisi ini terjadi jika batu menyumbat saluran kistik yang meningkatkan tekanan di dalam kantong empedu.

Keadaan ini mungkin memerlukan antibiotik, rawat inap, dan bahkan pembedahan segera.

Jadi, jangan ragu untuk segera pergi ke dokter jika Anda mengalami keluhan yang dicurigai sebagai gejala batu empedu.

Batu yang keluar dari kantong empedu dan masuk ke saluran empedu biasanya dapat menyebabkan penyumbatan total pada saluran dengan penyakit kuning, infeksi, dan pankreatitis.

Jika mengalami hal itu, Anda mungkin akan merasakan nyeri di beberapa tempat, termasuk:

  • Bagian atas perut, di sisi kanan
  • Di antara tulang belikat
  • Di bawah bahu kanan

Saat orang mengalami nyeri dengan batu empedu, hal itu terkadang disebut sebagai serangan kantung empedu atau kolik bilier.

Ada dua kondisi khusus yang dapat menyerupai gejala batu empedu.

Baca juga: Benarkah Makan Jambu Biji Bisa Jadi Penyebab Usus Buntu?

Pertama, beberapa kantong empedu mengandung endapan kental, yang belum terbentuk menjadi batu sebenarnya.

Terkadang endapan dirasakan menyebabkan gejala yang mirip dengan nyeri batu empedu yang sebenarnya.

Kedua, ada kondisi tidak umum yang disebut kolesistitis akalkulus, saat kandung empedu meradang, tetapi tidak ada batu.

Kondisi ini biasanya diobati dengan operasi pengangkatan kantong empedu.

Untuk menjadi kewaspadaan, Anda mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan batu empedu jika:

  • Seorang wanita
  • Berusia di atas 40 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga batu empedu (anggota keluarga pernah mengalami batu empedu)
  • Mengalami kelebihan berat badan
  • Telah kehilangan banyak berat badan dalam waktu singkat
  • Menderita diabetes
  • Menderita penyakit Crohn.
  • Makan makanan yang tinggi lemak dan kolesterol
  • Minum obat yang menurunkan kolesterol
  • Minum berbagai obat termasuk kontrasepsi oral
  • Memiliki kelainan darah tertentu

Baca juga: 3 Cara Mengukur Obesitas, Mana yang Terbaik?

 


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Health
Penurunan Kesadaran

Penurunan Kesadaran

Penyakit
Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Health
Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.