Kompas.com - 08/11/2020, 18:06 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Serangan jantung adalah penyakit yang jamak mengancam nyawa para wanita.

Pasalnya, gejala serangan jantung pada wanita acapkali mirip dengan penyakit lainnya, sehingga kerap tidak dianggap berbahaya.

Beberapa di antaranya adalah penyakit asam lambung naik, flu, atau tanda penuaan.

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

Melansir American Heart Association, gejala serangan jantung yang khas biasanya adalah sakit dada atau nyeri dada.

Namun, sejumlah wanita yang mengalami serangan jantung tidak merasakan ciri-ciri serangan jantung khas ini.

Meskipun tidak mengalami tanda penyakit jantung yang kentara, serangan jantung pada wanita juga bisa berdampak fatal.

Gejala serangan jantung saat tidur, seperti nyeri dada dan muncul keringat dingin penting dikenali untuk dapat dikonsultasikan segera dengan dokter.

Terutama saat penderita tidak segera diberi pertolongan medis saat terkena serangan jantung.

Baca juga: 7 Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung

Berikut beberapa gejala serangan jantung pada wanita selain sakit dada yang tak boleh diabaikan:

1. Kelelahan tanpa sebab jelas

Melansir Cleveland Clinic, ciri-ciri serangan jantung pada wanita yang kerap tidak disadari adalah munculnya rasa lelah yang tak biasa.

Kelelahan karena menjalankan rutinitas atau mengerjakan aktivitas fisik yang berat umumnya normal.

Namun, wanita perlu waspada apabila kelelahan tiba-tiba muncul tanpa sebab jelas.

Misalkan, wanita yang biasanya tidak merasakan lelah akut setelah berolahraga, mendadak badannya jadi ekstra lelah dan dada terasa berat.

Atau, aktivitas sederhana seperti merapikan tempat tidur, jalan ke kamar mandi, dan belanja sebentar membuat badan sangat lelah.

Rasa lelah yang menjadi gejala penyakit jantung pada wanita ini terkadang sampai membuat penderita susah tidur.

Baca juga: 12 Penyebab Serangan Jantung

2. Berkeringat dan sesak napas

ilustrasi sesak napasshutterstock/Twinsterphoto ilustrasi sesak napas
Ciri-ciri penyakit jantung pada wanita yang tidak boleh diabaikan lainnya yakni berkeringat dan sesak napas.

Kenaikan berat badan dan kurang olahraga bisa menyebabkan sesak napas pada wanita.

Selain itu, wanita juga bisa lebih berkeringat terutama di malam hari (hot flashes) selama menopause.

Namun, Anda perlu waspada gejala serangan jantung pada wanita apabila berkeringat dan sesak napas:

  • Sesak napas semakin parah setelah penderita beraktivitas
  • Sesak napas memburuk saat digunakan untuk berbaring
  • Kerap muncul keringat dingin tanpa penyebab yang jelas
  • Berkeringat dan atau sesak napas disertai sakit dada dan kelelahan

Baca juga: Penyebab dan Gejala Jantung Koroner

3. Leher, rahang, dan punggung sakit atau tak nyaman

Ilustrasinyeri punggung Ilustrasi
Rasa tak nyaman atau sakit di leher, rahang, dan punggung juga bisa menjadi gejala serangan jantung pada wanita.

Kendati sekilas tidak berhubungan dengan jantung, namun ketika ada masalah dengan organ vital itu, bagian tubuh lain bisa turut merasakan imbasnya.

Nyeri di leher, rahang, dan punggung, atau lengan bisa jadi ciri-ciri penyakit jantung apabila mendadak muncul tanpa sebab jelas.

Biasanya, gangguan kesehatan tersebut muncul karena nyeri otot atau sendi.

Selain itu, tanda penyakit jantung pada wanita lainnya yakni:

  • Sakit di kedua lengan
  • Sakit di punggung bagian bawah yang merembet dari dada
  • Rasa nyeri bukan karena aktivitas fisik tiba-tiba muncul sampai membangunkan tidur di malam hari
  • Nyeri di seputar rahang, atau pada bagian kiri tubuh

Baca juga: 7 Perbedaan Gejala Penyakit Jantung pada Wanita dan Pria

Beberapa gejala serangan jantung pada wanita di atas biasanya muncul beberapa minggu atau bulan sebelum penyakit muncul.

Jika wanita mengalami beberapa ciri-ciri penyakit jantung di atas, segera konsultasikan ke dokter. Terlebih jika wanita memiliki faktor risiko penyakit jantung.

Melansir Mayo Clinic, faktor risiko penyakit jantung pada wanita di antaranya kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, stres, merokok, menopause, dan merokok.

Wanita yang berasal dari keturunan keluarga yang menderita penyakit jantung juga perlu ekstra waspada pada serangan jantung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.