Kompas.com - 10/11/2020, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Saat menyantap makanan yang dipanggang atau di goreng, terkadang ada bagian luarnya yang gosong.

Kita seringkali tergoda untuk menyantap bagian yang gosong itu karena terasa berbeda dan memberikan citarasa yang unik dilidah.

Namun, banyak orang berpikit menyantap makanan gosong bisa menyebabkan kanker. Bagaimana faktanya?

Baca juga: Demam: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Makanan yang gosong mengandung satu molekul tertentu yang berbahaya bagi tubuh, yakni akrilamida.

Molekul tersebut biasanya muncul pada makanan yang dimasak dengan suhu tinggi.

Akrilamida bisa terbentuk pada makanan kaya karbohidrat dan makanan yang dipanaskan di atas suhu 120 derajat celcius.

Akrilamida terbentuk dalam reaksi antara asam amino alami asparagine dan beberapa karbohidrat (yang terjadi secara alami).

Molekul yang bersifat toksik ini tidak terdapat pada makanan mentah atau direbus.

Bahaya akrilamida

Saat masuk ke tubuh, akrilamida akan berubah menjadi molekul lain, salah satunya glikidamida, yang memiliki sifat karsinogenik.

Kabar buruknya lagi, glikidamida bisa mengikat diri ke DNA atau protein, seperti hemoglobin.

Riset pada hewan juga membuktikan, paparan akrilamida yang tinggi dapat menyebabkan toksisitas pada sistem saraf, mutasi dan kerusakan kromosom, serta karsinogenisitas.

Namun, efek yang sama belum terbukti pada manusia. Riset justru membuktikan akrilamida yang terkandung dalam makanan tidak menyebabkan risiko kanker pada manusia.

Meski beberapa peneliti mengklaim akrilamida juga bisa meningkatkan risiko kanker ginjal, endometrium, dan ovarium, bukti-bukti yang ada masih terbatas dan tidak konsisten.

Akan tetapi, ibu hamil yang terkena paparan akrilamida dalam dosistinggi juga bisa menganggu pertumbuhan janin yang dikandungnya.

Akibatnya, janin bisa terlahir dengan kondisi berat badan lahir rendah.

Studi di antara pekerja yang terpapar akrilamidajuga menunjukkan peningkatan risiko perubahan neurologis, termasuk sebagian besar perifer tetapi juga sistem saraf pusat.

Namun dalam banyak kasus gejala ini dapat disembuhkan.

Mengurangi risiko kanker

Ada banyak mitos kanker yang belum terbukti kebenarannya. Meski demikian, risiko kanker adalah hal yang nyata dan kitaharus melakukan pencegahan sedini mungkin agar terhindar dari risiko kanker.

Baca juga: Hati-hati, Hobi Minum Soda Bisa Merusak Kesehatan Gigi

Untuk mencegah risiko kanker dan berbagai gangguan kesehatan lainnya, sebaiknya kita memasak makanan hingga menguning, bukan samai berubah warna menjadi kecoklatan atau menghitam.

Cara ini berguna untuk membatasi pembentukan akrilamida. Risiko kanker juga bisa kita hindari dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Kita bisa memilih untuk fokus pada konsumsi buah, sayur, serta makanan berserat tinggi.

Selain itu, batasi konsumsi daging merah dan daging olahan serta makanan berkalori tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.