Kompas.com - 15/11/2020, 16:04 WIB
Sariawan p_saranyaSariawan

KOMPAS.com – Mulut kering atau xerostomia mengacu pada kondisi di mana kelenjar ludah di mulut tidak menghasilkan cukup air liur untuk menjaga mulut tetap basah.

Padahal, air liur diperlukan untuk banyak hal, seperti membantu mencegah kerusakan gigi dengan menetralkan asam yang diproduksi oleh bakteri, membatasi pertumbuhan bakteri, dan membersihkan partikel makanan.

Air liur juga meningkatkan kemampuan untuk merasakan dan membuatnya lebih mudah untuk dikunyah dan ditelan.

Baca juga: 5 Cara Membedakan Sariawan dan Kanker Mulut

Selain itu, enzim dalam air liur membantu pencernaan.

Oleh sebab itu, air liur yang berkurang dan mulut kering dapat menimbulkan berbagai keluhan lain mulai dari gangguan biasa hingga sesuatu yang berdampak besar pada kesehatan gigi dan gusi maupun kesehatan secara umum.

Gejala mulut kering

Melansir WebMD, jika tidak memproduksi cukup air liur, seseorang mungkin akan memperhatikan tanda dan gejala ini hampir setiap saat:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Rasa lengket dan kering di mulut
  • Sering haus
  • Luka di mulit, bisa luka atau kulit pecah di sudut mulut, maupun bibir percah-pecah
  • Air liur yang tampak kental dan berserabut
  • Bau mulut
  • Kesulitan mengunyah, berbicara dan menelan
  • Tenggorokan kering atau sakit dan suara serak
  • Lidah kering atau beralur
  • Indera perasa yang berubah
  • Masalah memakai gigi palsu

Selain itu, mulut yang kering bisa mengakibatkan lipstik menempel di gigi.

Baca juga: 8 Penyebab Sariawan dan Cara Mengatasinya

Penyebab mulut kering

Merangkum Mayo Clinic, mulut kering terjadi karena kelenjar ludah di mulut tidak menghasilkan cukup air liur untuk membuat mulut tetap basah.

Kelenjar ini mungkin tidak berfungsi dengan baik karena:

1. Efek samping pengobatan

Ratusan obat, termasuk banyak obat yang dijual bebas, menghasilkan mulut kering sebagai efek sampingnya.

Di antara jenis yang lebih mungkin menyebabkan masalah adalah beberapa obat yang digunakan untuk mengobati depresi, tekanan darah tinggi, dan kecemasan, serta beberapa antihistamin, dekongestan, pelemas otot dan obat nyeri.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini Pentingnya Merawat Gigi Susu pada Anak

2. Efek penuaan

Banyak orang lanjut usia (lansia) mengalami mulut kering seiring bertambahnya usia.

Faktor yang berkontribusi termasuk penggunaan obat-obatan tertentu, perubahan kemampuan tubuh untuk memproses pengobatan, nutrisi yang tidak memadai, dan memiliki masalah kesehatan jangka panjang.

3. Terapi kanker

Obat kemoterapi dapat mengubah sifat air liur dan jumlah yang diproduksi.

Efek ini mungkin hanya akan berlangsung sementara, yakni aliran air liur bisa kembali normal setelah perawatan selesai.

Sementara, perawatan radiasi ke kepala dan leher dapat merusak kelenjar ludah, menyebabkan penurunan produksi air liur yang nyata.

Efek ini bisa jadi sementara atau permanen, tergantung pada dosis radiasi dan area yang dirawat.

4. Kerusakan saraf

Cedera atau pembedahan yang menyebabkan kerusakan saraf di kepala dan leher dapat menyebabkan mulut kering.

Baca juga: 3 Gejala Saraf Kejepit yang Perlu Diwaspadai

5. Kondisi kesehatan lainnya

Mulut kering bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa menimbulkan gejala mulut kering:

  • Diabetes
  • Stroke
  • Infeksi jamur (sariawan) di mulut
  • Penyakit Alzheimer
  • Penyakit autoimun, seperti sindrom Sjogren atau HIV/AIDS
  • Fibrosis kistik
  • Rheumatoid arthritis
  • Anemia
  • Hipertensi
  • Penyakit Parkinson
  • Gondongan

Mendengkur dan bernapas dengan mulut terbuka juga bisa menyebabkan mulut kering.

Baca juga: 10 Penyebab Leher Sakit dan Cara Mengatasinya

6. Penggunaan tembakau dan alkohol

Minum alkohol dan merokok atau mengunyah tembakau dapat meningkatkan gejala mulut kering.

7. Penggunaan narkoba

Penggunaan metamfetamin dapat menyebabkan mulut kering yang parah dan kerusakan gigi, suatu kondisi yang juga dikenal sebagai "mulut sabu".

Ganja juga bisa menyebabkan mulut kering.

8. Dehidrasi

Kondisi yang memicu dehidrasi, seperti demam, keringat berlebih, muntah, diare, kehilangan darah, dan luka bakar dapat menyebabkan mulut kering.

Cara mengatasi mulut kering

Melansir Health Line, perawatan untuk mulut kering sendiri tergantung pada penyebabnya.

Dokter dapat memesan tes darah dan mengukur jumlah air liur yang Anda hasilkan untuk membantu mengetahui penyebab mulut kering Anda dan menyarankan pilihan pengobatan.

Dokter pada mulanya mungkin akan meninjau obat yang Anda minum untuk melihat apakah ada yang menyebabkan mulut kering.

Baca juga: 19 Cara Mengatasi Sakit Kepala Secara Alami

Jika obat disiagnosis sebagai penyebab mulut kering, dokter mungkin bakal memberi Anda jumlah yang berbeda untuk diminum atau mengganti obat yang sedang diminum untuk meredakan gejala mulut kering.

Dokter mungkin juga akan meresepkan air liur buatan atau obat untuk meningkatkan produksi air liur di mulut Anda.

Jika Anda terus mengalami mulut kering, penting juga untuk menemui dokter gigi untuk memeriksa tanda-tanda kerusakan gigi.

Tapi perlu diketahui juga, bahwa mulut kering biasanya merupakan kondisi sementara dan bisa diobati.

Baca juga: 8 Tips Mengatasi Bau Mulut yang Sering Timbul Saat Puasa

Dalam kebanyakan kasus, Anda dapat mencegah dan meredakan gejala mulut kering di rumah dengan melakukan satu atau beberapa hal berikut ini:

  • Sering mengasup cairan 
  • Mengisap es batu
  • Menghindari alkohol, kafein, dan tembakau
  • Membatasi asupan garam dan gula
  • Menggunakan humidifier di kamar tidur saat tidur
  • Mengambil obat pengganti air liur yang dijual bebas
  • Mengunyah permen karet tanpa gula atau mengisap permen keras tanpa gula
  • Menggunakan pasta gigi, pembilas, dan permen yang dijual bebas

Penting juga untuk menyikat dan membersihkan gigi setiap hari dan melakukan pemeriksaan gigi dua kali setahun.

Perawatan mulut yang baik dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi, yang bisa disebabkan oleh mulut kering.

Jika mulut kering Anda disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mendasarinya, Anda mungkin memerlukan perawatan tambahan.

Baca juga: 6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Angiosarkoma
Angiosarkoma
PENYAKIT
Rabun
Rabun
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.