Kompas.com - 29/11/2020, 08:06 WIB

Jika plak tidak hilang dengan air liur atau disikat, lingkungan di mulut menjadi lebih asam dan gigi berlubang bisa mulai terbentuk.

Ketika pH plak turun di bawah normal atau kurang dari 5,5, keasaman mulai melarutkan mineral dan menghancurkan email gigi.

Dalam prosesnya, lubang kecil atau erosi akan terbentuk.

Seiring waktu, lubang tersebut bisa terus menjadi lebih besar hingga dapat terlihat dengan jelas.

Baca juga: Tak Bisa Asal Manis, Berapa Idealnya Batas Konsumsi Gula Per Hari?

Mulut adalah "medan pertempuran"

Ada banyak jenis bakteri dapat hidup di dalam mulut.

Beberapa bakteri ini bisa bermanfaat bagi kesehatan gigi, tetapi yang lainnya dapat berbahaya.

Misalnya, penelitian telah menunjukkan bahwa sekelompok bakteri berbahaya tertentu dapat menghasilkan asam di mulut setiap kali kuman ini bertemu dan mencerna gula.

Asam ini lantas dapat menghilangkan mineral dari enamel gigi, yang merupakan lapisan luar gigi yang mengkilap dan melindungi. Proses ini disebut demineralisasi.

Kabar baiknya adalah air liur pada dasarnya dapat membantu membalikkan kerusakan ini secara konstan dalam proses alami yang disebut remineralisasi.

Baca juga: 6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

Mineral dalam air liur, seperti kalsium dan fosfat, selain fluorida dari pasta gigi dan air, bisa membantu enamel memperbaiki dirinya sendiri dengan mengganti mineral yang hilang selama "serangan asam".

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.