9 Cara Mengobati Sakit Gigi Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

Kompas.com - 05/12/2020, 20:04 WIB
Ilustrasi sakit gigi Ilustrasi sakit gigi

KOMPAS.com - Jika Anda mengalami sakit gigi, penting untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Dari sana, Anda dapat menentukan cara terbaik untuk meredakan nyeri, bengkak, atau gejala lainnya.

Dokter bisa dimintai bantuan untuk mencari tahu penyebab sakit gigi secara pasti dan mengobatinya.

Baca juga: 5 Tips Aman Pergi ke Dokter Gigi Saat Pandemi Covid-19

Paling baik adalah Anda bisa segera menemui dokter gigi ketika mengalami keluhan sakit gigi.

Tapi, jika hal itu tak bisa dilakukan, Anda bisa mengaplikasikan cara mengobati sakit gigi secara alami atau dengan bantuan obat-obatan darutat sebagai langkah penanganan awal.

Berikut ini beberapa pilihan caranya:

1. Kumur dengan air garam

Melansir Health Line, bagi banyak orang, bilasan air garam adalah pengobatan lini pertama yang efektif untuk sakit gigi.

Air garam adalah disinfektan alami dan dapat membantu melonggarkan partikel makanan dan kotoran yang mungkin tersangkut di sela-sela gigi.

Mengobati sakit gigi dengan air garam juga dapat membantu mengurangi peradangan dan menyembuhkan luka mulut.

Berikut cara mengobati sakit gigi dengan air garam:

  • Campurkan 1/2 sendok teh (sdt) garam ke dalam segelas air hangat
  • Gunakan sebagai obat kumur
  • Ulangi beberapa kali sesuai kebutuhan

Baca juga: Kapan Harus Pergi ke Dokter Gigi Saat Pandemi Covid-19?

2. Gunakan obat kumur hidrogen peroksida

Hidrogen peroksida juga dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan.

Selain membunuh bakteri, hidrogen peroksida dapat mengurangi plak dan menyembuhkan gusi berdarah.

Pastikan Anda mengencerkan hidrogen peroksida dengan benar.

Untuk melakukan ini, campurkan 3 persen hidrogen peroksida dengan air dengan jumlah sama dan gunakan sebagai obat kumur.

Ingat, jangan menelannya demi keamanan.

3. Kompres dingin

Anda dapat menggunakan kompres dingin untuk menghilangkan rasa sakit yang Anda alami, terutama jika ada jenis trauma yang menyebabkan sakit gigi Anda.

Baca juga: Amankah Pergi ke Dokter Gigi Saat Pandemi Covid-19?

Kompres dingin akan menyebabkan pembuluh darah di area tersebut mengerut. Ini membuat rasa sakit tidak terlalu parah.

Kompres dingin juga bisa mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Cara mengobati sakit gigi dengan kompres dingin, yakni:

  • Pegang kantong es yang dibungkus handuk ke area yang terkena selama 20 menit setiap kali
  • Anda dapat mengulanginya setiap beberapa jam

4. Tempelkan kantong teh peppermint

Kantong teh peppermint dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan meredakan gusi yang sensitif.

Untuk melakukan ini, suhu kantong teh jangan terlalu panas sebelum diaplikasikan pada gigi yang terasa sakit.

Anda juga bisa bertukar pendekatan dengan menggunakan kantong teh untuk mendinginkan.

Untuk melakukan ini, masukkan kantong teh bekas ke dalam freezer selama beberapa menit untuk mendinginkannya dan kemudian tempelkan kantong tersebut ke gigi yang sakit.

Baca juga: 5 Penyebab Abses Gigi yang Perlu Diwaspadai

Riset mengungkap bahwa, peppermint mengandung senyawa mentol yang berfungsi sebagai anti bakteri dan anti oksidan.

Mentol juga dapat memberi efek dingin yang meringankan rasa nyeri, sehingga cocok sebagai salah satu cara mengobati sakit gigi.

5. Gunakan bawang putih

Selama ribuan tahun, bawang putih telah dikenal dan digunakan untuk khasiat pengobatannya.

Senyawa allicin yang terdapat dalam bawang putih memiliki efek anti bakteri yang sangat kuat.

Allicin inilah yang dapat membantu mengurangi bakteri dalam mulut penyebab sakit gigi.

Tidak hanya dapat membunuh bakteri berbahaya yang menyebabkan plak gigi, bawang putih juga dapat bertindak sebagai pereda nyeri.

Cara mengobati sakit gigi dengan bawang putih, yakni sebagai berikut:

  • Hancurkan satu siung bawang putih untuk membuat pasta dan oleskan ke area yang terkena
  • Anda mungkin ingin menambahkan sedikit garam
  • Sebagai alternatif, Anda bisa mengunyah satu siung bawang putih segar secara perlahan

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini 6 Manfaat Luar Biasa Konsumsi Bawang Putih

6. Oleskan minyak cengkeh

Cengkeh telah digunakan untuk mengobati sakit gigi sepanjang sejarah, karena minyaknya dapat secara efektif mematikan rasa sakit dan mengurangi peradangan.

Cengkeh terbukti mengandung eugenol, yang merupakan antiseptik alami.

Cara mengobati sakit gigi dengan minyak cengkeh, yakni sebagai berikut:

  • Oleskan sedikit minyak cengkih ke bola kapas dan oleskan ke area yang sakit
  • Anda juga bisa menambahkan setetes minyak cengkeh ke dalam segelas kecil air dan membuat obat kumur
  • Lakukan salah satu cara tersebut beberapa kali sehari sesuai kebutuhan hingga rasa sakit berkurang

Sebelum menggunakan minyak cengkeh, pastikan Anda menggunakan produk yang terjamin kualitasnya untuk menghindari risiko iritasi.

Baca juga: 6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

7. Kunyah daun jambu biji

Daun jambu biji memiliki khasiat anti inflamasi atau peradangan yang dapat membantu menyembuhkan luka.

Daun jambu biji juga memiliki aktivitas antimikroba yang dapat membantu perawatan mulut.

Untuk menggunakan ini, kunyah daun jambu biji segar atau tambahkan daun jambu biji yang dihancurkan ke air mendidih untuk membuat obat kumur.

8.  Gunakan minyak esensial thyme

Ilustrasi thymeshutterstock Ilustrasi thyme

Thyme juga memiliki sifat antibakteri dan antioksidan yang kuat yang dapat membantu mengobati sakit gigi.

Untuk menggunakan ini, oleskan beberapa tetes minyak esensial thyme dan beberapa tetes air ke bola kapas.

Setelah mengencerkan minyak dengan air, oleskan ke area yang terkena.

Anda juga bisa menambahkan setetes minyak esensial thyme ke dalam segelas kecil air dan membuat obat kumur.

Baca juga: Cara Menghilangkan Karang Gigi, Bisakah Dilakukan Sendiri?

9. Gunakan obat pereda nyeri

Melansir WebMD, dokter gigi biasanya akan menyarankan asetaminofen atau  paracetamol untuk anak-anak dengan keluhan sakit gigi.

Untuk orang dewasa, pilih obat sakit gigi yang dijual bebas seperti ibuprofen dan naproxen.

Selain meredakan nyeri, obat ibuprofen juga dapat digunakan untuk mengurangi demam yang terjadi saat sakit gigi menyerang.

Ibuprofen adalah obat golongan antiinflamasi non-steroid (NSAID).

Obat jenis ini bekerja dengan mengurangi peradangan dengan menghalangi tubuh memproduksi prostaglandin.

Prostaglandin sendiri adalah zat kimia yang menyebabkan peradangan, nyeri, serta demam.

Dengan menghalangi produksi prostaglandin di dalam tubuh, ibuprofen dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan yang berhubungan dengan sakit gigi.

Baca juga: Paracetamol atau Ibuprofen, Mana yang Lebih Baik untuk Obat Demam?

Naproxen juga merupakan obat golongan antiinflamasi non-steroid yang umum digunakan untuk mengobati sakit gigi.

Sama seperti ibuprofen, naproxen bekerja dengan cara mengurangi produksi senyawa penyebab peradangan.

Dengan demikian, nyeri akibat sakit gigi dapat berkurang.

Jika Anda memilih aspirin, telan atau jangan langsung dioleskan ke gigi atau gusi.

Kapan harus ke dokter gigi?

Jika sakit gigi Anda parah atau disebabkan oleh kondisi medis yang lebih serius, Anda perlu segera menemui dokter gigi agar dapat mengobatinya dengan benar.

Banyak sakit gigi yang membutuhkan perhatian medis.

Pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen hanya dapat membantu sampai Anda bisa menemui dokter gigi.

Anda juga harus menemui dokter gigi jika mengalami salah satu gejala berikut:

  • Demam
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Nyeri umum yang berlangsung lebih dari satu atau dua hari
  • Pembengkakan gusi hingga pipi
  • Sakit saat menggigit
  • Gusi merah tidak normal
  • Keluarnya cairan berbau busuk atau nanah

Dokter dapat memberikan panduan tentang cara meredakan gejala Anda dan mencegah rasa sakit di masa mendatang.

Baca juga: Kapan Harus Pergi ke Dokter Gigi Saat Pandemi Covid-19?

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X