Kompas.com - 15/12/2020, 18:08 WIB
Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19. Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19.

KOMPAS.com - Banyak orang mengandalkan sejumlah prediksi untuk mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan ibu hamil.

Dilansir dari WebMD, ada yang bilang ibu hamil yang banyak makan selama mengandung artinya hamil anak laki-laki.

Ada juga yang menyebut detak jantung janin lebih dari 140 kali per menit (bpm) artinya ibu hamil bayi perempuan.

Pendapat lain menyebut ibu hamil yang mengalami mual hebat (morning sickness) sepanjang hari tandanya ia sedang hamil bayi perempuan.

Sayangnya, hingga kini belum ada penelitian atau studi yang membuktikan kebenaran argumen tersebut.

Baca juga: Benarkah Detak Jantung Janin Bisa Prediksi Jenis Kelamin Bayi?

Tapi jangan khawatir, pasangan yang ingin mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan kini bisa memanfaatkan beragam teknologi kedokteran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir Healthline, berikut beberapa cara mengetahui jenis kelamin bayi sesuai tahap kehamilan ibu hamil:

1. Tes ultrasonografi (USG)

Cara mengetahui jenis kelamin bayi yang paling umum dijalani ibu hamil adalah pemeriksaan ultrasonografi (USG).

USG termasuk tes pemeriksaan kehamilan rutin dengan menggunakan gelombang suara.

Tes ini tidak khusus digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Lebih dari itu, pemeriksaan ini berguna memantau perkembangan dan kesehatan bayi secara keseluruhan.

Kebanyakan dokter menjadwalkan USG saat usia kehamilan memasuki 18 minggu sampai 21 minggu. Tapi, jenis kelamin bayi bisa dilihat dengan USG saat usia kehamilan memasuki 14 minggu.

Namun, prediksi jenis kelamin bayi dengan USG tidak selalu akurat. Pasalnya, terkadang posisi bayi tidak pas atau alat kelamin tidak jelas. Dengan begitu, simpulan yang dihasilkan bisa saja keliru.

Baca juga: Hamil di Usia 40 Tahun ke Atas, Kenali Peluang dan Risikonya…

2. Tes darah prenatal non-invasif

Ilustrasi ibu hamil.Shutterstock Ilustrasi ibu hamil.
Cara mengetahui jenis kelamin bayi tanpa USG di dalam kandungan salah satunya adalah tes darah prenatal non-invasif atau non-invasive prenatal test (NIPT).

Seperti USG, NIPT sebenarnya juga bukan tes khusus untuk mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan.

Tes ini utamanya digunakan untuk melihat ada atau tidaknya kelainan kromosom seperti down syndrome. Jika hasilnya tidak normal, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan.

Tes ini bisa dilakukan saat usia kehamilan menginjak 10 bulan. Tak hanya mendeteksi kelainan kromosom, tes ini juga bisa kromosom yang menentukan jenis kelamin bayi.

Ibu hamil bisa menjalani tes ini saat usia kandungan memasuki 10 minggu.

Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah untuk mendeteksi ada atau tidaknya DNA janin yang terkait kelainan kromosom.

Karena turut memantau kromosom, tes ini juga bisa digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan secara akurat.

Tes darah ini direkomendasikan bagi ibu hamil berusia di atas 35 tahun, atau pernah melahirkan bayi dengan kelainan kromosom.

Baca juga: 8 Bahaya Stres Saat Hamil Bagi Ibu dan Janin yang Perlu Diwaspadai

3. Tes genetik chronic villus sampling (CVS)

Ilustrasi ibu hamil.shutterstock Ilustrasi ibu hamil.
Tes chronic villus sampling (CVS) adalah tes genetik yang digunakan untuk mengidentifikasi down syndrom atau gangguan genetik lainnya.

Selain dapat memberikan informasi gen bayi di dalam kandungan, tes ini juga dapat mengungkapkan secara akurat jenis kelamin bayi.

Tes ini menguji sampel vilus korionik atau jenis jaringan yang terdapat dalam plasenta.

Cara mengetahui jenis kelamin bayi dan kelainan genetik dengan tes ini bisa dilakukan pada saat usia kehamilan 10 minggu atau 12 minggu.

Dokter umumnya merekomendasikan ibu hamil menjalani pemeriksaan CVS apabila hamil di atas usia 35 tahun, serta memiliki riwayat keluarga dengan kelainan kromosom.

Namun, tes genetik CVS bukannya tanpa risiko. Beberapa ibu hamil mengalami kram, pendarahan, kebocoran cairan ketuban, sampai lebih berisiko mengalami persalinan prematur.

Konsultasikan dengan dokter untuk meminimalkan efek samping risiko terkait pemeriksaan CVS.

Baca juga: 3 Penyebab Protein Urine pada Ibu Hamil Tinggi dan Perlu Diwaspadai

4. Tes amniosentesis

Tes amniosentesis atau dikenal dengan tes amnio adalah tes yang membantu untuk mendeteksi masalah kelainan pada janin.

Tes ini juga bisa digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi di dalam kandungan saat usia kehamilan 15 minggu sampai 18 minggu.

Tes amnio hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Dokter akan mengambil sampel cairan ketuban.

Sel tersebut akan diuji untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan seperti down syndrome, spina bifida, atau gangguan genetik lainnya.

Penyedia layanan kesehatan umumnya merekomendasikan tes amnio jika hasil USG mengindikasikan ada kelainan.

Ibu hamil berusia di atas 35 tahun atau memiliki riwayat keluarga dengan kelainan kromososm juga disarankan menjalani tes amnio.

Seperti tes genetik CVS, tes amnio juga memiliki beberapa risiko seperti kram, memar, sampai memicu flek. Konsultasikan dengan dokter untuk meminimalkan risiko tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Keriput
Keriput
PENYAKIT
Parasomnia
Parasomnia
PENYAKIT
Sinusitis
Sinusitis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.