Kompas.com - 02/01/2021, 10:05 WIB
Ilustrasi kulit kering shutterstockIlustrasi kulit kering

KOMPAS.com - Vitamin C merupakan nutrisi penting yang harus dikonsumsi secara teratur untuk mencegah kekurangan.

Vitamin C termasuk vitamin yang larut dalam air.

Berbeda dengan vitamin yang larut dalam lemak, vitamin yang larut dalam air tidak disimpan di dalam tubuh.

Baca juga: Jangan Sampai Kelebihan, Ini Kebutuhan Vitamin C Harian Sesuai Usia

Oleh karena tubuh tidak menyimpan atau memproduksi vitamin C sendiri, maka penting bagi siapa saja dapat mengasupnya dari makanan atau suplemen di bawah pengawasa dokter.

Kekurangan vitamin C sendiri bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Pada kasus yang parah, kekurangan vitamin C dapat memicu kondisi yang disebut scurvy.

Faktor risiko paling umum untuk kekurangan vitamin C ini di antaranya, yakni:

  • Pola makan yang buruk
  • Alkoholisme atau ketergantungan alkohol
  • Anoreksia atau kelainan pola makan
  • Penyakit mental yang parah
  • Merokok
  • Dialisis

Walaupun gejala kekurangan vitamin C yang parah bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk berkembang, ada beberapa tanda halus yang harus diwaspadai.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala kekurangan vitamin C yang perlu diwaspadai:

1. Kulit kasar dan tidak rata

Melansir Health Line, vitamin C memainkan peran kunci dalam produksi kolagen, protein yang melimpah di jaringan ikat, seperti kulit, rambut, persendian, tulang dan pembuluh darah.

Baca juga: 6 Bahaya Konsumsi Vitamin C Berlebihan

Maka dari itu, ketika kadar vitamin C rendah, kondisi kulit yang dikenal sebagai keratosis pilaris dapat berkembang.

Dalam kondisi ini, kulit akan terlihat seperti kulit ayam yang bergelombang, yakni muncul benjolan kecil seperti jerawat di bagian belakang lengan atas, paha, atau bokong karena penumpukan protein keratin di dalam pori-pori.

Keratosis pilaris yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C biasanya muncul setelah tiga hingga lima bulan asupan yang tidak memadai dan sembuh dengan suplementasi.

Namun, ada banyak penyebab potensial keratosis pilaris lainnya, sehingga keberadaannya saja tidak cukup untuk mendiagnosis defisiensi vitamin C.

2. Rambut sangat berlekuk-lekuk

Kekurangan vitamin C juga dapat menyebabkan rambut tumbuh dalam bentuk sangat berlekuk-lekuk seperti spiral atau melingkar karena cacat yang berkembang pada struktur protein rambut saat tumbuh.

Baca juga: 14 Makanan yang Mengandung Vitamin C Tinggi

Bentuk rambut pembuka botol (corkscrew hairs) ini adalah salah satu tanda khas kekurangan vitamin C, tetapi mungkin tidak terlihat jelas karena rambut yang rusak tersebut lebih cenderung putus atau rontok.

Kelainan rambut sering kali sembuh dalam waktu satu bulan setelah perawatan dengan jumlah vitamin C yang cukup.

3. Bintik merah pada kulit

Folikel rambut di permukaan kulit mengandung banyak pembuluh darah kecil yang memasok darah dan nutrisi ke area tersebut.

Ketika tubuh kekurangan vitamin C, pembuluh darah kecil ini bisa menjadi rapuh dan mudah pecah, sehingga menyebabkan bintik-bintik kecil berwarna merah cerah muncul di sekitar folikel rambut.

Kondisi ini dikenal sebagai perdarahan perifollicular.

Mengonsumsi suplemen vitamin C biasanya mengatasi gejala ini dalam dua minggu.

4. Kuku jari berbentuk sendok dengan bintik atau garis merah

Kuku berbentuk sendok dicirikan oleh bentuk cekung dan sering kali tipis dan rapuh.

Baca juga: Manfaat Vitamin C untuk Kecantikan dan Cara Penggunaannya

Kondisi ini lebih sering dikaitkan dengan anemia defisiensi besi, tetapi juga dapat dikaitkan dengan gejala kekurangan vitamin C.

Bintik merah atau garis vertikal pada bantalan kuku yang dikenal sebagai perdarahan serpihan juga dapat muncul selama defisiensi vitamin C karena pembuluh darah yang melemah dan mudah pecah.

Meskipun tampilan visual kuku jari tangan dan kaki dapat membantu menentukan kemungkinan kekurangan vitamin C, perlu diperhatikan bahwa ini tidak dianggap diagnostik.

5. Kulit kering dan rusak

Kulit sehat mengandung banyak vitamin C, terutama di bagian epidermis, atau lapisan luar kulit.

Vitamin C menjaga kesehatan kulit dengan melindunginya dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh matahari dan paparan polutan seperti asap rokok atau ozon.

Vitamin C juga meningkatkan produksi kolagen, yang membuat kulit tampak kenyal dan awet muda.

Baca juga: 10 Cara Mengatasi Kulit Kering secara Alami

Asupan vitamin C yang tinggi dikaitkan dengan kualitas kulit yang lebih baik, sementara asupan yang lebih rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko 10 persn untuk mengembangkan kulit kering dan keriput.

Meskipun kulit kering dan rusak dapat dikaitkan dengan defisiensi vitamin C, hal ini juga dapat disebabkan oleh banyak faktor lain.
Jadi gejala ini saja tidak cukup untuk mendiagnosis defisiensi.

6. Mudah memar

Memar terjadi ketika pembuluh darah di bawah kulit pecah, menyebabkan darah bocor ke area sekitarnya.

Mudah memar adalah gejala kekurangan vitamin C yang ymum karena produksi kolagen yang buruk menyebabkan pembuluh darah lemah.

Memar yang berkaitan dengan kekurangan vitamin C dapat menutupi area tubuh yang luas atau tampak seperti titik-titik kecil berwarna ungu di bawah kulit.

Mudah memar serin gkali merupakan salah satu gejala kekurangan vitamin C pertama yang jelas dan harus memerlukan penyelidikan lebih lanjut tentang kadar vitamin ini.

Baca juga: 8 Cara Mudah Menghilangkan Bau Ketiak

7. Penyembuhan luka menjadi lebih lambat 

Karena kekurangan vitamin C memperlambat laju pembentukan kolagen, hal itu bisa menyebabkan luka sembuh lebih lambat.

Dalam kasus defisiensi vitamin C yang parah, luka lama bahkan dapat terbuka kembali, sehingga bisa meningkatkan risiko infeksi.

Namun, penyembuhan luka yang lambat adalah salah satu tanda kekurangan vitamin C tahap lanjut dan biasanya tidak terlihat sampai seseorang mengalami defisiensi selama berbulan-bulan.

8. Nyeri sendi atau sendi bengkak

Karena persendian mengandung banyak jaringan ikat yang kaya kolagen, persendian juga dapat dipengaruhi oleh kekurangan vitamin C.

Ada banyak kasus nyeri sendi yang dilaporkan terkait dengan kekurangan vitamin C, sering kali cukup parah untuk menyebabkan pincang atau kesulitan berjalan.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Beda Penyakit Rematik dan Asam Urat

Pendarahan di dalam persendian juga dapat terjadi pada orang yang kekurangan vitamin C, menyebabkan pembengkakan dan nyeri tambahan. 

Namun, kedua gejala ini dapat diobati dengan suplemen vitamin C dan biasanya hilang dalam waktu seminggu.

9. Tulang lemah

Kekurangan vitamin C juga dapat mempengaruhi kesehatan tulang.

Faktanya, asupan rendah nutrisi ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko patah tulang dan osteoporosis.

Penelitian telah menemukan bahwa vitamin C memainkan peran penting dalam pembentukan tulang, sehingga kekurangan vitamin C dapat meningkatkan laju pengeroposan tulang.

Kerangka anak-anak mungkin sangat terpengaruh oleh kekurangan vitamin C, karena mereka masih tumbuh dan berkembang.

10. Gusi berdarah dan gigi tanggal

Gusi merah, bengkak, dan berdarah adalah tanda umum lain dari kekurangan vitamin C.

Tanpa vitamin C yang cukup, jaringan gusi menjadi lemah dan meradang dan pembuluh darah lebih mudah berdarah.

Baca juga: Kapan Harus Pergi ke Dokter Saat Diare?

Pada tahap lanjut kekurangan vitamin C, gusi bahkan mungkin menjadi tampak ungu dan busuk.

Akhirnya, gigi dapat tanggal karena gusi yang tidak sehat dan dentin yang lemah, lapisan dalam gigi yang mengalami kalsifikasi.

Melansir WebMD, sebuah studi menemukan bahwa orang dengan penyakit gusi yang makan grapefruit selama 2 minggu memperhatikan bahwa gusinya tidak banyak mengeluarkan darah.

11. Daya tahan tubuh lemah

Studi menunjukkan bahwa vitamin C terakumulasi di dalam berbagai jenis sel kekebalan untuk membantu sel kekebalan memerangi infeksi dan menghancurkan patogen penyebab penyakit.

Kekurangan vitamin C telah dikaitkan dengan kekebalan yang buruk dan risiko infeksi yang lebih tinggi, termasuk penyakit serius seperti pneumonia.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Faktanya, banyak penderita penyakit scurvy, penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin C, akhirnya meninggal karena infeksi karena sistem kekebalan mereka yang tidak berfungsi dengan baik.

12. Anemia defisiensi besi yang persisten

Vitamin C dan anemia defisiensi besi sering terjadi bersamaan.

Tanda-tanda anemia defisiensi zat besi termasuk:

  • Pucat
  • Kelelahan
  • Kesulitan bernapas saat berolahraga
  • Kulit dan rambut kering
  • Sakit kepala
  • Kuku berbentuk sendok

Kadar vitamin C yang rendah dapat menyebabkan anemia defisiensi besi dengan mengurangi penyerapan zat besi dari makanan nabati dan secara negatif mempengaruhi metabolisme zat besi.

Kekurangan vitamin C juga meningkatkan risiko perdarahan yang berlebihan, yang dapat menyebabkan anemia.

Jika anemia defisiensi zat besi berlangsung lama tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya periksa kadar vitamin C Anda.

Baca juga: 10 Gejala Anemia Defisiensi Besi yang Perlu Diketahui

13. Kelelahan dan suasana hati yang buruk

Dua dari tanda awal kekurangan vitamin C adalah kelelahan dan suasana hati yang buruk.

Gejala-gejala ini bahkan dapat muncul bahkan sebelum defisiensi penuh berkembang.

Meskipun kelelahan dan lekas marah mungkin merupakan beberapa gejala pertama yang muncul, gejala tersebut biasanya sembuh hanya setelah beberapa hari asupan yang memadai atau dalam 24 jam setelah suplementasi dosis tinggi.

14. Penambahan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Vitamin C dapat membantu melindungi dari obesitas dengan mengatur pelepasan lemak dari sel lemak, mengurangi hormon stres, dan mengurangi peradangan.

Baca juga: 4 Penyebab Anemia Defisiensi Besi yang Perlu Diwaspadai

Penelitian telah menemukan hubungan yang konsisten antara rendahnya asupan vitamin C dan kelebihan lemak tubuh, tetapi tidak jelas apakah itu merupakan hubungan sebab dan akibat.

Menariknya, kadar vitamin C yang rendah dalam darah telah dikaitkan dengan jumlah lemak perut yang lebih tinggi, bahkan pada individu dengan berat badan normal.

Meskipun kelebihan lemak tubuh saja tidak cukup untuk menunjukkan kekurangan vitamin C, mungkin ada baiknya untuk memeriksa setelah faktor-faktor lain telah disingkirkan.

15. Peradangan kronis dan stres oksidatif

Vitamin C adalah salah satu antioksidan penting yang larut dalam air bagi tubuh.

Antioksidan sendiri diperlukan untuk membantu mencegah kerusakan sel dengan menetralkan radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh.

Stres oksidatif dan pembengkakan telah dikaitkan dengan banyak penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan diabetes, sehingga mengurangi level kemungkinan bermanfaat.

Asupan vitamin C yang rendah telah dikaitkan dengan tingkat peradangan dan stres oksidatif yang lebih tinggi, serta peningkatan risiko penyakit jantung.

Sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa dengan kadar vitamin C darah terendah hampir 40 persen lebih mungkin untuk mengembangkan gagal jantung dalam waktu 15 tahun dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat darah tertinggi, meskipun mereka tidak kekurangan vitamin C.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Antioksidan Tinggi


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X