Kompas.com - 21/01/2021, 17:01 WIB

Sedangkan untuk penderita depresi dan gangguan kecemasan, omega 3 membantu meringankan gejala penyakit.

2. Meningkatkan kesehatan mata

Manfaat omega 3 terutama jenis DHA yakni membantu meningkatkan kesehatan mata.

Orang yang kurang asupan DHA cenderung mengalami gangguan penglihatan.

Dengan rajin mengonsumsi omega 3, risiko degenerasi makula yang jadi biang kebutaan dan kerusakan mata permanen pada lansia bisa menurun.

3. Mendongkrak kesehatan otak dan tumbuh kembang bayi

Omega 3 juga punya manfaat menakjubkan untuk menunjang kesehatan otak dan tumbuh kembang bayi, sejak di dalam kandungan.

Ibu hamil yang rutin mengonsumsi omega 3 terbukti melahirkan buah hati dengan:

  • Kecerdasan lebih tinggi
  • Keterampilan komunikasi dan sosial lebih baik
  • Risiko lebih kecil terkena gangguan perilaku
  • Risiko keterlambatan tumbuh kembang menurun
  • Risiko terkena ADHD, autisme, dan cerebral palsy lebih rendah

Dengan beragam manfaat omega 3 untuk bayi, ibu hamil disarankan cukup mengonsumsi asupan ini selama mengandung.

Baca juga: 7 Manfaat Zinc Bagi Tubuh

4. Mencegah jantung dan stroke

Asam lemak omega 3 disebut memiliki banyak potensi manfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, antara lain:

  • Menurunkan kadar trigliserida
  • Menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi
  • Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL)
  • Mencegah pembekuan darah
  • Mencegah pembentukan plak di pembuluh darah
  • Meminimalkan pengerasan pembuluh darah arteri
  • Mencegah peradangan

Beragam potensi manfaat omega 3 di atas terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke.

5. Mengurangi gejala sindrom metabolik

Ilustrasi obesitas dan diabetes. Obesitas bisa memicu penyakit diabetes.SHUTTERSTOCK/JPC-PROD Ilustrasi obesitas dan diabetes. Obesitas bisa memicu penyakit diabetes.
Sindrom metabolik adalah sekumpulan kondisi termasuk obesitas sentral atau penumpukan lemak di perut, tekanan darah tinggi, resistensi insulin, kadar kolesterol “jahat” trigliserida tinggi, dan kadar kolesterol “baik” HDL yang rendah.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.