Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/01/2021, 14:04 WIB
Mahardini Nur Afifah

Penulis

KOMPAS.com - Deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam adalah pembekuan darah di vena bagian dalam tubuh.

Pembekuan darah ini biasanya muncul di pembuluh darah bagian dalam kaki seperti tungkai bawah, paha, atau panggul.

Terkadang, masalah kesehatan ini juga dapat terjadi di lengan, otak, usus, hati, sampai ginjal.

Baca juga: Kenali Penyebab Penyakit Emfisema yang Bisa Merusak Paru-paru

Trombosis vena dalam dapat menghambat aliran darah yang melewati vena.

Apabila tidak ditangani dengan tepat, bekuan darah ini berpotensi masuk ke aliran darah, tersangkut di pembuluh darah paru, dan memicu emboli paru.

Kondisi tersebut dapat mengancam jiwa. Selain itu, trombosis vena dalam juga dapat memicu beragam komplikasi.

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait gejala, penyebab, dan cara mencegah trombosis vena dalam.

Baca juga: Siapa yang Berisiko Besar Terkena Penyakit Kanker Paru-paru?

Gejala trombosis vena dalam

Melansir Mayo Clinic, terdapat beberapa gejala trombosis vena dalam yang khas, antara lain:

  • Kaki atau lengan bengkak, umumnya muncul di salah satu sisi tubuh
  • Kaki sakit, rasa nyerinya mirip kram dan biasanya mulai muncul di betis
  • Bagian tubuh yang bengkak kulitnya kemerahan
  • Bagian tubuh yang sakit terasa hangat

Terkadang, trombosis vena dalam dapat muncul tanpa gejala yang kentara. Ada juga trombosis vena dalam yang berkembang menjadi emboli paru.

Tanda emboli paru antara lain:

  • Sesak napas tiba-tiba
  • Nyeri dada atau rasa tidak nyaman saat menarik napas dan batuk
  • Pusing atau pingsan
  • Detak jantung cepat
  • Nafas cepat
  • Batuk darah

Dilansir dari Cleveland Clinic, banyak penderita trombosis vena dalam tidak menyadari dirinya terkena penyakit ini sampai gumpalan darah bersarang di paru-paru dan muncul emboli paru.

Segera bawa penderita ke rumah sakit apabila muncul gejala emboli paru. Pastikan juga penderita tidak mengabaikan gejala trombosis vena dalam.

Baca juga: 7 Cara Melancarkan Peredaran Darah

Penyebab trombosis vena dalam

Segala sesuatu yang dapat menghambat aliran darah rentan menyebabkan pembekuan darah.
Penyebab trombosis vena dalam utamanya adalah kerusakan pembuluh darah vena akibat pembedahan, cedera, peradangan, atau infeksi.

Banyak faktor yang bisa jadi bagian dari penyebab trombosis vena dalam, antara lain:

  • Usia di atas 60 tahun
  • Duduk diam berjam-jam dan betis jarang berkontraksi
  • Terlalu banyak berbaring di tempat tidur
  • Peningkatan tekanan pada pembuluh darah di panggul dan kaki saat hamil
  • Efek samping sejumlah pil KB
  • Merokok
  • Kanker
  • Gagal jantung
  • Penyakit radang usus
  • Punya keluarga yang menderita penyakit sejenis
  • Bagian tubuh dipasangi kateter vena sentral dan alat pacu jantung

Peluang seseorang terkena trombosis vena dalam lebih tinggi apabila memiliki lebih dari satu faktor risiko di atas.

Baca juga: 12 Tanda Gangguan Peredaran Darah Tak Lancar dan Penyebabnya

Cara mencegah trombosis vena dalam

Ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah trombosis vena dalam. Berikut beberapa di antaranya:

  • Hindari duduk terlalu lama, kontraksi otot dapat melancarkan peredaran darah
  • Saat kondisi tubuh mengharuskan seseorang banyak berbaring, coba bergerak sesering mungkin
  • Hindari merokok
  • Rajin olahraga dan jaga berat badan tetap ideal

Penyakit trombosis vena dalam dapat diketahui lewat pemeriksaan fisik, tes darah, USG, sampai pemindaian MRI.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com