Kompas.com - 30/01/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi diet rendah karbohidrat armano777Ilustrasi diet rendah karbohidrat

KOMPAS.com - Nasi adalah makanan pokok banyak orang di dunia. Nasi mudah didapat, murah, dan mengenyangkan.

Selain itu, nasi memiliki rasa yang ringan serta mudah diolah dalam berbagai hidangan.

Sayangnya, nasi sering dianggap sebagai ancaman bagi banyak orang. Alasan utamanya karena mengandung karbohidrat yang meningkatkan risiko obesitas.

Baca juga: 5 Manfaat Kesehatan Konsumsi Nasi

Apalagi belakangan ini sedang tren diet rendah karbohidrat dan diet keto sehingga nasi menjadi makanan yang sebisa mungkin dihindari.

Oleh sebab itu, ada beberapa makanan yang bisa Anda pilih untuk mengganti peran nasi dalam diet rendah karbohidrat.

Makanan-makanan ini mudah didapat dan memiliki kandungan karbohidrat rendah sehingga cocok untuk Anda yang sedang menjalankan program diet rendah karbohidrat.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

5 Makanan Pengganti Nasi untuk Diet Rendah Karbohidrat
Bagi orang yang sedang menjalankan diet rendah karbohidrat, nasi menjadi makanan yang perlu dihindari. Lalu, apa penggantinya?
Bagikan artikel ini melalui

Berikut ini beberapa alternatif penggati nasi yang bisa Anda jadikan pilihan untuk konsumsi harian:

1. Kembang kol

Kembang kol adalah alternatif nasi yang mengandung rendah karbohidrat dan rendah kalori. Kembang kol memiliki rasa yang ringan, serta tekstur yang hampir sama dengan nasi.

Bagi Anda atau siapa pun yang menjalani diet rendah karbohidrat, kembang kol bisa jadi opsi alternatif nasi paling baik.

Satu porsi kembang kol (57 gram) hanya memiliki 13 kalori. Dengan porsi yang sama, nasi memiliki kandungan sampai 100 kalori.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
Inkompatibilitas Rhesus

Inkompatibilitas Rhesus

Penyakit
Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Health
Abses Gigi

Abses Gigi

Penyakit
8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Health
Listeriosis

Listeriosis

Penyakit
Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

Jangan Sepelekan, Ini Pentingnya Vaksinasi untuk Kesehatan Paru-paru

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.